Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Kapolsek : Mortir Peninggalan PD II Temuan Warga Berhasil Diamankan

Jayapura,-Warga Entrop SMU 4 tepatnya di jalan Beringin Distrik Jayapura Selatan dihebohkan dengan penemuan satu buah bahan peledak berupa Mortir peninggalan Perang Dunia kedua, Rabu 29/11 pukul 09.10 Wit.

Mortir tersebut ditemukan dikali dijalan beringin entrop SMU 4 oleh saksi yaitu Ikbal (43) tahun yang saat itu sedang melakukan pengerukan kali untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Kapolsek Jayapura Selatan KOMPOL Nursalam Saka,S.Pd ketika dihubungi Humas Polres Jayapura Kota lewat handphonenya membenarkan adanya kejadian penemuan satu buah bahan peledak berupa Mortir peninggalan Perang Dunia Kedua oleh warga entrop SMU 4 tepatnya di kali pada saat melakukan pengerukan.

"Saksi yang saat melakukan pengerukan tersebut tiba-tiba menemukan benda berupa besi yang menyerupai Bom hingga langsung menghentikan pekerjaannya dan melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Jayapura Selatan", kata Kapolsek.

Kapolsek menuturkan setelah menerima laporan piket Polsek Jayapura Selatan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jayapura Kota dan bersama-sama turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan juga langsung menghubungi Tim Jihandak Gegana Sat Brimob Polda Papua.

"Ketika sampai di TKP petugas langsung melakukan Police Line disekitar dan tak lama kemudian Tim Jihandak Gegana Sat Brimob Polda Papua yang dipimpin oleh IPTU S.Mulyono tiba di lokasi dan langsung melakukan Olah TKP untuk mengamankan Mortir tersebut", ungkap Kapolsek.

Kapolsek menambahkan setelah Tim Gegana Sat Brimob Polda Papua berhasil mengamankan mortir peninggalan perang dunia kedua tersebut selanjutnya dibawa ke Dermaga Direktorat Pol Airud Polda Papua untuk dilakukan Disposal Pemusnahan.(*)

Penulis : Subhan
Editor    : J.Rumra
Publish : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...