Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendeta

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Pendeta Pu Teman Haji

Satu kali ni, bapa Pendeta pi bertamu di rumah de pu teman yang  haji.. Dorang dua asyik cerita jadi,..  tra lama Pace Haji de tanya ke de pu teman Pendeta.. . Pa Haji: "Boss.. kam di gereja tu asli skali e.. ada orgen, baru ada yang menyanyi lagi,,,, kam bikin macam di kafe-kafe saja... Bapa Pendeta de jawab deng sante... Bapa Pendeta: "Yoii...kitong kan anak2 gaul..." Bapa Pendeta balik tanya pace Haji dia... Bapa Pendeta: "Tapi haji kenapa di kam pu mesjid trada orgen?" Jawab Pa Haji: "e..jang ko tanya sudah...., kawan.. sendal saja sering hilang apa lagi orgen...." he..he..he.!!,wkwkwkwk hahahaha

Jalan Ke Surga

Di kelas katekisasi, ada anak satu mabok sebelum masuk ikut pelajaran...  Pas itu majelis sedang terangkan tentang surga... Majelis : "Jalan ke surga itu... berliku-liku... berbatu terjal... penuh duri..." Murid : "Bapa... sa mo tanya..." Majelis : "Iyo, tanya suda..." Murid : "Tadi bapa bilang jalan ke surga itu berbatu, berduri dan terjal..." Majelis : "Iyo, betul..." Murid : "Bah, trus... derma-derma tiap minggu tuh kam pake bikin apa? coba kam pake akan buat aspal jalan ka..." Majelis : ???!!!!??!

Yakob Pu Surat Terakhir

Yakob sakit parah di RS. Keluarga undang Pendeta berdoa. Waktu Pendeta mendekat tiba-tiba napas Yakob langsung sesak, tangan gametaran... Pendeta: "Tolong ambil pulpen dan kertas. Barangkali Yakob mo tulis pesan!" Selesai menulis, Yakob langsung mati, karena panik Pendeta masukan kertas ke dalam saku. Waktu ibadah pemakaman, pendeta ingat kertas tadi. Selesai khotbah, pendeta berkata: "Oh iya, sa bru ingat, ada surat dari Almarhum." Begitu Pendeta buka surat, Pendeta langsung jatuh pingsan. Jemaat panik, langsung ambil suratnya dan baca, isi surat Yakob: "Pendeta, tolong berdiri ke sana sdikit, ini selang oksigen ko ada injak..."

Doa Syukuran

Pas lagi syukuran keluarga, karna Pace Marten ada naik jabatan jadi kepala dinas, jadi tetangga dengan beberapa undangan hadiri acara itu. Begini dia pu anak Roger yang umur lima tahun ini dapa tunjuk untuk berdoa, untuk doa makan sama bapa pendeta yang pimpin ibadah. Masalahnya Roger pamalu baru tra tau cara berdoa, tapi karna dia pu bapa biasa bilang, kalo su dapa tunjuk harus maju, jadi dia maju dengan perasaan terpaksa. Pace Marthen bisik dia pu anak: "Roger... berdoa untuk keluarga, teman-teman, tetangga deng orang-orang miskin yang butuh bantuan eee...!!!" Roger dia angguk kepala baru tutup mata. Roger : "Tuhan... terima kasih karena orang-orang yang datang dengan dong pu anak-anak su kasih habis sa pu kue-kue deng es krim. Berkati dorang supaya dong tra datang lagi. Ampuni kaka Bobi yang su buka kaka Marta pu baju, baru berkelahi di atas tempat tidur..." Undangan dong su batuk-batuk... Roger dia lanjut lagi: "Tuhan... Sebentar lagi mo dekat Natal, tolong...

ALMIMINIUM INI KE PABRIKNYA

Banci meninggal jdi dia keluarga undang pendeta dtg sembayang...  waktu di kuburan pendeta mau berdoa tapi lupa,  pendeta mau sebut ALMARHUMAH,  takut salah sebut,  mau sebut ALMARHUM  takut salah juga...  karna ne banci yg meninggal,,  terpaksa pendeta berdoa begini,,  "marilah keluarga yg berduka kita rame reme kembalikan ALMIMINIUM INI KE PABRIKNYA..."

Mati Mentah

Di kampung ni ada pemuda satu yang meninggal karena tatindis dengan pohon yang de sensor. Jadi malam ni ada ibadah di rumah duka jadi pendeta khotbah "jemaat yang terkasih, kita tidak perlu percaya dan takut terhadap roh2 orang mati akibat kecelakaan seperti ini karna roh yang ada pada kita lebih besar dari roh apapun yang ada di dunia ini"... Tiba2 begini lampu mati dan smua jemaat diam dalam kegelapan jadi pendeta ko panggil jemaat tapi trada satu jemaat pun yang jawab,  pendeta panggil lagi "jemaat????"  tapi trada jawaban dan suasana semakin hening dan mencekam jadi pendeta langsung batariak " jemaat kurang ajar se,, jang kam main2 sudah,.. pace ni de mati mentah juga jadi...???"

TRA PAKE TELAN MUSUH

Pace Pendeta David ni ada khotbah di ibadah Pemuda baru hari itu pace bicara tentang hal hal duniawi terutama miras adalah musuh yang harus dihindari oleh para pemuda. Pas pace David selesai khotbah begini Bobi yang biasa minum miras langsung angkat suara. Bobi : "Bah.... bapa pendeta baru yang bapa khotbah waktu ibadah Minggu di gereja tentang 'Mengasihi Musuh' itu bagemana?? sa lagi belajar untuk mengasihi 'musuh' baru!!!" Pace Pendeta David dengan tenang jawab : "Iyooo...  betul memang..., torang harus mengasihi musuh... TAPI TRA PAKE TELAN MUSUH... Tooo!!!"

BUAT SEKARANG, JANGAN TUNDA LAGI

Pace Pendeta David ni dia pu teman pendeta namanya Agus yang melayani jemaat lain ada masalah untuk motivasi dia pu jemaat. Jadi Pendeta David bilang dia begini : "Agus... kalo ko mo motivasi jemaat, ko lebih baik ikut sa pu trik, ko buat berapa papan kecil baru ko tulis 'BUAT SEKARANG, JANGAN TUNDA LAGI!', Baru ko taruh di sudut-sudut gereja.." Begini dua minggu kemudian Pendeta David dia ketemu Pendeta Agus lagi, baru dia tanya : "Baru... perkembangan?? " Pace pendeta Agus balas : "Aeeeh... sa su pusing ni... gara-gara tulisan itu, majelis satu yang lagi bawa tangguh kolekte, dia langsung lari kasi tinggal ibadah minggu, pace bawa lari uang persembahan..."

Setan vs Pendeta

pendeta ni dia dalam perjalan puLanng ke rumah dari gereja, pas su maw dekat rumah gini de dapat kasi kaget dari setan... Setan" bhaaaaaaaaaa.....""" Pendata: "darah Yesus, terbakarlah kaw di neraka,"(jantunk mo keluar).. Setan: aaaakkhh, begitu saja mo balapor, pendeta baru mulut lancang,(ganaz mati)... Pendeta " $+'/#9#84#.....