Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Polisi Selidiki Kebakaran Yang Menghanguskan 220 Rumah Warga

Jayapura,-Si Jago Merah kembali beraksi hebat kali ini menghanguskan sebanyak 220 unit rumah pemukiman padat penduduk di Weref Pantai Kelurahan Argapura Distrik Jayapura selatan kota Jayapura, Selasa (24/10) dini hari tadi, sekitar Pukul 03:15 wit.

Sedikitnya ada 220 unit rumah tinggal milik warga yang terbagi dua RT yakni RT 05 dan RT 04 yang terdiri dari 700 jiwa serta menghanguskan Kantor Administrasi dan beberapa bangunan Asrama milik Datasemen Jasa Angkutan Kodam XVII/Cenderawasih.

Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota ketika dikonfirmasi oleh Humas Polres Jayapura Kota diruang kerjanya membenarkan peristiwa tersebut. "berdasarkan keterangan saksi Ketua RT 05 Nurjaya dalam hasil pemeriksaan oleh anggotanya menuturkan
api berasal dari rumah Hj. Rohima pada saat kaum pria keluar bekerja di pelabuhan yang memang warga mayoritas bekerja sebagai TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat), Kata Kasat.

Kasat juga menuturkan "Api asalnya dari kamar anaknya H. Rohimah yang diduga  alami gangguan jiwa, entah karena narkoba atau memang sakit jiwa, belum diketahui, menurut keterangan warga ditempat kejadian diduga sumber api berasal dari kamarnya yang akhirnya merambat kerumah lainnya, sebelumya ia sudah dua kali mau melakukan pembakaran, enam bulan lalu juga dia mau bunuh diri. Pada insiden ini, tujuh mobil pemadam kebakaran serta satu unit water cannon milik Polda Papua diturunkan untuk memadamkan api, sayangnya pemadam kesulitan mendekati lokasi kejadian karena letakya yang sulit dimasuki kendaraan roda empat.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul  05.30 wit, tak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun saudara Faisal menderita luka bakar dan sementara dalam perawatan di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Dok II Jayapura sementara kerugian materil diperkirakan mencapai Miliar rupiah.
.
Kasat juga menambahkan bahwa pihaknya masih akan mendalami kasus tersebut, termasuk akan memeriksa Faisal yang saat ini  dirawat di RSUD Dok 2 Jayapura karena menderita luka bakar. "kasus ini masih diselidiki anggotanya. Sementara untuk Faisal sendiri kami akan lakukan pemeriksaan dan meminta keterangan setelah dirinya usai mendapatkan perawatan medis akibat mengalami luka bakar, di situ baru kita tahu apa sebabnya, tapi dari beberapa saksi yang diperiksa semua mengarah ke rumahnya dia," ungkap Kasat.

Sementara itu dari pantauan dilapangan Para korban kebakaran saat ini ditampung pada tiga tenda sebagai posko bantuan dari Pemerintah Daerah Kota Jayapura. Selain itu juga Pemda Kota Jayapura menurunkan tim medis dilokasi penampungan korban kebakaran tersebut. (*)

Penulis : Subhan
Editor   : J. Rumra
Publish : Roygen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...