Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Kapolda Papua Buka Klinik Pancasila di SMU 4 Jayapura

Pacenews.id Program Kapolda Papua yaitu Polisi Shabat Sekolah kali ini dilaksanakan di SMU 4, adapun program yang dilaksanakan Sabtu 30/09/2017 adalah Klinik Pancasila.

Kapolda Papua dalam sambutannya mengatakan Polisi sahabat sekolah adalah penguatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara kita, besok secara nasional tepatnya bertepatan tanggal 01 Oktober adalah hari kesaktian Pancasila.

Lebih lanjut kata Kapolda di hadapan siswa-siswi SMU 4 Jayapura "Pancasila merupakan karya agung yang di wariskan oleh leluhur bangsa, kita sebagai anak bangsa harus bersyukur Karena memiliki para leluhur yg memikirkan tentang keberagaman, kemajemukan bangsa Indonesia dan dirumuskanlah Pancasila sebagai obat perekat bangsa, dari Sabang sampai Merauke, Indonesia ini sangat majemuk berbagai suku bangsa, bahasa, agama dan oleh Karena itu kita dapat dipersatukan dengan Pancasila dan para leluhur bangsa telah memikirkan itu".


Diceritakan oleh Kapolda bahwa di tahun 1945 atau bahkan di tahun 1928 anak anak muda Nusantara pada waktu itu bertekad untuk bersatu yang kita kenal dgn momentum sumpah pemuda tahun 1928, demikian juga pada awal negara, para leluhur bangsa telah merumuskan 5 sila Pancasila dan 5 sila inilah sebagai obat pemersatu bangsa, yang belum tentu dimiliki oleh bangsa-bangsa lainnya yang ada di dunia ini, tidak bangsa yang sukunya seperti republik Indonesia ini, tetapi sampai hari ini tetap bersatu.

Diakhir sambutannya Kapolda Papua mengucapkan semoga SMU negeri 4 Jayapura tetap jaya dan selalu jaya bukan hanya di Jayapura, tetapi di Indonesia juga.

Kegiatan klinik pancasila ini diisi juga dengan kuis yang dibawakan oleh bapak DR. Dody Susanto selaku Direktur Klinik Pancasila, yang didampingi oleh Pejabat Utama Polda Papua yaitu Direktur Binmas dan Kabid Humas Polda Papua. 

Diakhir kegiatan Kapolda Papua Irjen Pol. Drs Boy Rafli Amar MH menyematkan PIN dokter klinik Pancasila kepada 5 orang perwakilan dokter klinik Pancasila di sekolah SMA negeri 4 Jayapura.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...