Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Perayaan Malam Tahun Baru 2017, Bupati Biak Papua Bagi-Bagi Motor


Papuacenter – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, akan membagi-bagikan sepeda motor sebagai hadiah atau “doorprize” saat  penyambutan malam pergantian tahun 2016 ke 2017, yang dipusatkan lapangan atletik remaja Cenderawasih Distrik Biak Kota. Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Bupati Biak Numfor, Thomas Ondy, Rabu(28/12) lalu.

Ia mengatakan perayaan malam tahun Baru itu merupakan acara bersama masyarakat dan forum komunikasi pimpinan daerah.

“Pemkab Biak Numfor menyediakan ‘doorprize’ lima sepeda motor untuk masyarakat yang mengikuti acara pergantian tahun ini,” kata Bupati Thomas Ondy.

Selain itu, Jelas Thomas, Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lokasi perayaan Tahun Baru 2017 itu agar masyarakat dapat fokus pada satu tempat, sehingga suasana penyambutan akan semarak dengan acara hiburan, pesta terompet, kembang api, dan pembagian “doorprize” berbagai hadiah hiburan menarik yang disiapkan pemkab.

Dijelaskan, berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat mengikuti berbagai acara hiburan malam pergantian tahun dengan membawa berbagai pernak-pernik penyambutan Tahun Baru 1 Januari 2017.

“Pemerintah Kabupaten Biak Numfor akan melibatkan satuan kerja perangkat daerah serta komandan satuan TNI/Polri untuk menyukseskan acara dimaksud pada malam 31 Desember 2016,” ujarnya lagi.

Kepala Kepolisian Resor Biak AKBP Hadi Wahyudi SIk menyatakan, fokus pengamanan tahun baru 1 Januari 2017 di tempat-tempat keramaian warga, rumah ibadah, jalan protokol serta kawasa pertokoan.

“Ada sekitar 250 personel TNI dan Polri yang telah disiagakan untuk membantu pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2017,” ujar AKBP Wahyudi.

Selain ratusan personel TNI/Polri, kata AKBP Hadi, jajaran Polres Biak juga melibatkan organisasi kemasyarakatan, seperti RAPI, ORARI, Senkom serta Pramuka untuk membantu pengamanan kelancaran acara pergantian tahun itu.
Baca juga :   Penyelamatan Hutan Papua Jadi Prioritas KLHK Tahun Depan

Hingga H-3 menyambut tahun baru 2017, situasi kamtibmas di Kabupaten Biak Numfor tampak kondusif, dengan berbagai kegiatan masyarakat seperti angkutan umum, bandara, pelabuhan laut, pasar serta pertokoan tetap beroperasi normal melayani kebutuhan warga setempat.(Red.AK)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...