Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Wakapolda Papua Hadiri Bakti Sosial MTA Perwakilan Merauke

Pacenews, Jayapura - Wakapolda Papua Kombes Pol Drs.Yakobus Marjuki di Dampingi Kapolres MeraukeAKBP Bahara Marpaung S.H menghadiri acara Bakti Sosial MTA Perwakilan Merauke yang di pimpin langsung oleh Pimpinan Pusat MTA-AL Ustadz Drs. Ahmad Sukina di balai kampung  Waninggap say distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke.Selasa(23/01/2018).

Pimpinan pusat MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina dalam arahan nya saat membuka kegiatan bakti sosial tersebut menyampaikan bahwa merujuk suatu peristiwa yang disebutkan dalam Al-qur’an adanya peristiwa malam lailatul qadr, bahwa Allah menurunkan suatu malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan yaitu dengan diturunkannya Al-qur’an.
Senada dengan itu,Pimpinan Pusat MTA Pusat mengharapkan Semoga umat beragama bisa berkembang ikut menjaga keutuhan NKRI,meski berbeda suku,Ras,Agama namun kita ketemu dalam satu bangsa yaitu bngsa indonsesia yang harus kita jaga agar hidup dalam keadaan aman rukun dan damai,tidak kalah penting untuk hidup rukun dengan agama sahabat dan dengan mengadakan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada yang tidak mampu ini semoga dapar berguna dan pergunakan sebaik mungkin.Ujar Al Ustadz Drs Ahmad Sukina”
Dalam kesempatan tersebut Wakapolda Papua Kombes Pol Drs Yakobus Marjuki juga memberikan araha pada kegiatan bakti sosial tersebut.
Wakapolda mengucapkan permohonan maaf sebesar besarnya karena Bapak Kapolda tidak bisa hadir karena ada kegiatan di Jakarta.
“kami dari Kepolisian akan terus memberikan pengamanan agar setiap adanya kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan baik dan aman” ujar Wakapolda Papua”.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Merauke Frederikuz Gebze ,Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung SH, Danramil, Kepala Distrik, dan masyarakat tanah miring.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...