Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Kapolres Jayapura : 200 Personil Polres Jayapura Siap Amanakan Malam Tahun Baru di Sentani


Pacenews.id.- sentani-  Jayapura – Polres Jayapura siapkan 200 personil untuk pengamanan malam tahun baru di sentani kab. Jayapura. Kamis (28/12/2017)

Kapolres Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas. SH. S.IK saat di konfirmasi diruang kerjanya mengatakan “pengamanan malam tahun baru di wilayah sentani kab. jayapura polres jayapura siapkan 200 personil untuk mengamankan jalannya perayaan malam tahun baru.

Lanjutnya Kapolres Jayapura, selain personil yang melaksanakan pengamanan di pos pam operasi lilin tetap berjalan dan personil yang lain melakukan pengamanan perayaan ibadah tutup tahun dengan personil yang sama sebanyak 54 personil yang waktu mengamankan saat ibadah malam kudus dan ibadah pagi natal tanggal 25 desember 2017 yang lalu, disamping itu ada sekitar 200 personil lagi yang akan terlibat dalam pengamanan malam tahun baru dalam status siaga 1, pastinya menunggu status siaga 1 dari polda papua dan itu untuk keseluruhan tanpa terkecuali personil harus melakukan pengamanan tahun baru.

“Khusus untuk wilayah sentani dan sekitarnya polres jayapura turunkan 200 personil untuk mengamankan malam tahun baru itu disamping personil polsek-polsek yang sudah ada mengamankan wilayahnya masing-masing dan untuk polres akan fokus di wilayah sentani timur, sentani kota dan sentani barat, apabila ada keadaan menonjol atas laporan para kapolsek maka kita akan merespon untuk perbantuan personil di wilayah luar sentani,”ucap Kapolres Jayapura.

“Tentunya untuk malam tahun baru ini kita inginkan bersama agar berjalan dengan aman dan kondusif serta untuk antisipasi perayaan malam tahun baru cuma euforia daripada masyarakat yang merayakan malam tahun baru, jadi pesan kami untuk berhati-hati didalam penggunaan kendaraan bermotor dijalan tetap lengkapi perlengkapan perorangan seperti helm dan surat-surat kendaraan serta mengantisipasi juga dengan perayaan dengan menggunakan kembang api supaya tidak menyebabkan kebakaran atau luka maupun akibat-akibat lainnya,”terang Kapolres Jayapura.

“Jadi kita cuma mengantisipasi dan mengamankan masyarakat yang merayakan tahun baru,”tutup AKBP Gustav R. Urbinas. SH. S.IK. by admin. ***.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...