Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Kapolda Papua Resmikan Aula Yan Benhard Reba Di Jayawijaya

bertempat di Polres Jayawijaya telah dilaksanakan peresmian aula Yan Benhard Reba oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar MH, Turut hadir Irwasda Polda Papua, Kapolres Jayawijaya, unsur pimpinan TNI, pejabat polres Jayawijaya, seluruh anggota Polres Jayawijaya, tokoh agama, Ibu ketua Bhayangkari daerah Papua, Ibu Irwasda, Ibu ketua cabang daerah Jayawijaya beserta pengurus, Jumat (29/12/17).
Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba Se. Msi Dalam Sambutannya Mengatakan “Bangunan ini sebetulnya belum dapat di gunakan namun karena ada desakan dan tuntutan dari masyarakat terutama dari Pihak KPU dalam melaksanakan kegiatan pertemuan dan membutuhkan rasa aman sehingga proses pembangunan di percepat untuk peresmiannya agar dapat digunakan”.bertempat di Polres Jayawijaya telah dilaksanakan peresmian aula Yan Benhard Reba oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar MH, Turut hadir Irwasda Polda Papua, Kapolres Jayawijaya, unsur pimpinan TNI, pejabat polres Jayawijaya, seluruh anggota Polres Jayawijaya, tokoh agama, Ibu ketua Bhayangkari daerah Papua, Ibu Irwasda, Ibu ketua cabang daerah Jayawijaya beserta pengurus, Jumat (29/12/17).
Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba Se. Msi Dalam Sambutannya Mengatakan “Bangunan ini sebetulnya belum dapat di gunakan namun karena ada desakan dan tuntutan dari masyarakat terutama dari Pihak KPU dalam melaksanakan kegiatan pertemuan dan membutuhkan rasa aman sehingga proses pembangunan di percepat untuk peresmiannya agar dapat digunakan”.
Dilanjutkan peresmian gedung aula Yan Benhard Reba dengan penandatangan prasasti dan penekanan tombol  pembukaan tirai papan nama Aula Yan  Benhard Reba oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar MH, pengguntingan pita oleh ibu Kapolda Papua Ny. Irawati  Boy Rafli dan  pembukaan pintu aula oleh Kapolda Papua, peninjauan Bangunan dan Ruang Aula.
“Kepada tokoh masyarakat, sebentar lagi kita akan memasuki tahapan Pilkada sehingga di perintahkan kepada kapolres  agar dapat merangkul tokoh2 masyarakat dalam menciptakan Pilkada Damai agar tidak terjadi gesekan antar pendukung dalam pesta demokrasi tahun 2018,” Ujar Kapolda Papua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...