Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Unit Lantas Polresta Tangani Laka Tunggal Berujung Maut

Jayapura,-Satuan Lalulintas melalui Unit Lakalantas menangani kasus kecelakaan tunggal di jalan Argapura Pipa Distrik Jayapura Selatan yang mengakibatkan penumpangnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Dok II Jayapura, Rabu 15/11 pukul 03.30 Wit.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) AKP Ferdinand B.Masaawet,SIK saat ditemui Humas Polres Jayapura Kota diruang kerjanya membenarkan adanya kecelakaan tunggal terjadi di jalan Argapura Pipa Distrik Jayapura Selatan yang mengakibatkan penumpangnya AB (20) tahun meninggal dunia.

Kasat Lantas mengatakan bahwa Sepeda Motor (SPM) yang digunakan adalah Honda Beat dengan nomor polisi DS 5308 RE yang dikemudikan oleh SW (17) tahun dan penumpangnya yaitu AB   tahun dimana keduanya adalah warga jalan Argapura Pipa  yang saat itu sedang keluar untuk mencari makan.

"Kecelakaan terjadi pada saat sedang hujan gerimis sehingga membuat jalanan   licin ditambah pada saat melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pengemudi dikagetkan dengan seekor anjing sedang melintas, akibat laju motor dengan kecepatan tinggi hingga membuat pengemudi tak dapat menghindar dan langsung menabrak anjing tersebut membuat motor hilang kendali kemudian menabrak pagar rumah yang berada dipinggir jalan" kata Kasat.

Kasat juga menambahkan bahwa setelah kecelakaan tunggal tersebut terjadi pengendara dan penumpang mengalami luka-lauka dan dilarikan kerumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

"Akibat kurang hati-hati dalam berkendara pada saat hujan gerimis ditambah laju kendaraan yang dalam kecepatan tinggi hingga membuat kedua pemuda tersebut menabrak anjing yang menyebrang tiba-tiba dan membuat pengemudi (SW) mengalami luka robek pada kepala bagian belakang, telinga kanan robek, kaki bagian lutut mengalami lecet dan memar sementara penumpangnya (AB) Luka robek pada kepala bagian belakang, luka robek besar pada kepala bagian atas hingga meninggal dunia dirumah sakit Dok II Jayapura pada saat perawatan medis" ungkap Kasat.

Pada kesempatan yang sama Kasat Lantas menuturkan pentingnya menggunakan helm pada saat berkendara hingga membuat kepala kita aman bila terjadi kecelakaan tapi kalau tidak maka akan mengalami seperti yang terjadi pada pengemudi dan penumpang tersebut karena tidak menggunakan helm.(*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...