Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Pospol dan Koramil Berhasil Jaring Pemuda Pembawa Ganja

Jayapura,-Dua pemuda berhasil ditangkap dan diamankan oleh Kepala Pos Polisi Perbatasan RI-PNG Skouw Wutung karena kedapatan membawa Narkotika jenis Ganja dari PNG dengan melintasi PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Skouw Wutung Distrik Muara Tami, Rabu 29/11 pukul 15.00 Wit.

Diketahui kedua pemuda tersebut yaitu TI (20) tahun dan RSB (27) tahun merupakan warga Sentani Kabupaten Jayapura dimana salah satunya merupakan penghuni Panti Sosial Bina Remaja Sentani.


Kapolsek Muara Tami KOMPOL Mukabsi,S.Sos ketika dikonfirmasi lewat telepon genggamnya membenarkan adanya penangkapan terhadap kedua pemuda yang kedapatan membawa Narkotika jenis Ganja dari PNG yang melintasi PLBN Skouw Wutung.

"Kapos Pol Perbatasan Skouw Wutung IPDA Kasrun pada saat melakukan patroli bersama anggotanya BRIPKA Budi di lintasan jalan perbatasan melihat ada dua pemuda menggunakan Sepeda Motor (SPM) Yamaha Mio dipinggir jalan seperti sedang buang air kecil, karena merasa curiga melihat keberadaan kedua pemuda tersebut lalu  Kasrun berhenti dan hendak mengecek identitas mereka  namun kedua pemuda tersebut sudah bergerak menuju Skouw" ungkap Kapolsek.

Kapolsek menambahkan bahwa Kasrun langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pemuda tersebut  dan ditengah pengejaran berlangsung terlihat salah satu pemuda membuang barang bukti berupa Ganja kearah Hutan lalu Kasrun berhenti dan mengambil barang haram tersebut kemudian melanjutkan pengejaran sambil menghubungi Koramil Muara Tami untuk membantu menghentikan kedua pemuda tersebut.

"Kedua pemuda tersebut berhasil dihadang dan dihentikan oleh anggota Koramil dan selanjutnya oleh IPDA Kasrun dibawa ke Mapolsek Muara Tami bersama SPM Yamaha Mio dengan nomor polisi DS 4883 JQ untuk selanjutnya diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Jayapura Kota guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut" tutur Kapolsek.

Saat ini kedua pemuda tersebut sedang dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Res Narkoba Polres Jayapura Kota untuk mendalami kasus kepemilikan narkotika jenis Ganja tersebut dan keduanya telah mendekan di ruang tahanan Polres Jayapura Kota dengan sangkaan pasal 114 dan 111 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Roygen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...