Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Polsek Olah TKP Penembakan di Kali Acai

Jayapura,– Rumah serta mobil truck milik Yanto (34) warga jalan Kalai Acai RT 07 RW 06 Kelurahan Waimhorock Distrik Abepura di berondong peluru oleh Orang Tidak dikenal, Kamis (16/11) dini hari tadi sekitar pukul 03.40 Wit.

Kapolsek Abepura AKP James Tegay, SIK,  ketika dikonfirmasi via telepon selulernya oleh Humas Polres Jayapura Kota membenarkan kejadian tersebut dimana kasus penembakan yang dilakukan oleh Orang tidak dikenal ini masih dalam penyelidikan serta penyidikan oleh anggotanya.


“Langkah langkah yang dilakukan yaitu menerima laporan, mendatangi TKP, melakukan olah TKP, membuat laporan Polisi, melakukan penyelidikan dan penyidikan,”ungkap Kapolsek.

Kapolsek mengatakan dari hasil keterangan korban menyebutkan sekitar pukul 06.00 wit, korban bangun tidur, kemudian menuju garasi mobil untuk memanasi mobil truck namun korban dikejutkan dengan adanya kaca mobil truck bagian depan yang pecah, setelah diperiksa korban mendapati dua proyektil peluru pada kap mobil bagian depan dan dibawah setir mobil, atas kejadian tersebut selanjutnya korban melapor ke Polsek Abepura guna penanganan lebih lanjut.

"Sementara itu Sugito yang merupakan saksi yang tinggal tidak jauh dari Tempat kejadian perkara menuturkan saat kejadian dirinya sedang menyalakan kompor gas untuk pemotongan ayam tiba-tiba mendengar bunyi letusan sebanyak 5 kali karena penasaran saksi  melihat kearah jalan dan melihat seseorang lari kearah Jalan Pantai Enggros" kata Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan untuk keterangan saksi sendiri tidak mengenali pelaku lantaran saat kejadian kondisi gelap dan pelaku berlalu kearah pantai.(*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Roygen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...