Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Polisi Tangani Kebakaran Gedung PD Irian Bhakti

Jayapura,-Musibah Kebakaran kembali terjadi dan kali ini telah menghanguskan bangunan milik PD.Irian Bhakti yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Gurabesi Distrik Jayapura Utara, Rabu pukul 06.30 Wit.

Kasat Reserse Kriminal Polres Jayapura Kota AKP Agus Kuswanto,SH ketika ditemui Humas Polres Jayapura Kota di lokasi kejadian membenarkan adanya kejadian kebakaran yang terjadi di jalan Ahmad Yani Kelurahan Gurabesi Distrik Jayapura Utara.


Kasat mengatakan yang menjadi korban yaitu Travel Sriwijaya milik Frans Lesomar, Pemangkas Rambut Rizki, Cafe N You milik ibu Elisabeth, PD.Irian Bhakti yang didalmnya terdapat tempat usaha Toko Kaset Amboina, Cafe Pop Ice dan Batu Permata milik Baharudin, dan Cafe Ale rasa beta rasa milik Syamsudin Letsoin, kemudian Toko Kaset Paparisa, Toko Pusat Jual Batu Permata, dan Maneta Club.

"Kronologis kejadian berawal pada saat saksi Nehemia Korisano (51) tahun pegawai RRI Jayapura warga aspol klofkamp saat sedang melintas didepan Tempat Kejadian Perkara (TKP) melihat asap tebal membumbung tinggi diatap gedung PD.Irian Bhakti lalu Nehemia membangunkan orang yang berada didalam Toko Kaset Paparisa kemudian bersama-sama mendobrak pintu utama PD.Irian Bhakti dan saat pintu  terbuka terlihat api sudah menyala besar dibagian dalam gedung dan merembet ke beberapa ruko lain yang bersebelahan dengan cepat" kata Kasat.

Kasat menuturkan Pemadaman berlangsung kurang lebih satu setengah jam dengan menggunakan tiga unit mobil Pemadam Kebakaran milik Pemda Kota Jayapura dan dua unit Water Canon milik Direktorat Sabhara Polda Papua serta tujuh unit mobil tangki air dari Dok IV yang menyuplai air ke TKP.

"Dalam musibah kebakaran tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dan kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah" ungkap Kasat.

Kasat juga menambahkan untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura Kota namun dugaan sementara akibat korsleting atau hubungan arus penedek listrik karena menurut keterangan saksi bahwa sebelum api menyala terjadi dua kali pemadaman listrik berturut-turut dan tidak lama kemudian terjadi asap tebal yang keluar dari atap dan pintu utama gedung PD.Irian Bhakti.(*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...