Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Perwira Lantas : Akibat Mabuk Tabrakan Maut Tak Terhindarkan

Jayapura,-Polsek Abepura melalui Unit Lalulintas kembali menangani Kecelakaan antara dua unit Sepeda Motor (SPM) yang merenggut nyawa salah satu pengendaranya yang terjadi pasar lama tepatnya didepan kios Irfan dekat pencucian motor Jln Baru  Distrik Abepura, Senin 27/11 pukul 24.00 Wit.

Perwira Unit (Panit) Lalulintas Polsek Abepura IPDA Lamasi ketika dikonfirmasi Humas Polres Jayapura Kota melalui telepon genggamnya membenarkan bahwa pihaknya kini sedang menangani kasus kecelakaan antara dua SPM yang mengakibatkan salah satu pengendara motor meninggal dunia di rumah sakit saat mendapatkan perawatan medis.


Lamasi mengatakan bahwa kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut yaitu SPM Yamaha Mio dengan nomor polisi DS 3464 R yang dikendarai oleh Aldi Bachtiar yang berstatus masih pelajar dengan kendaraan SPM Honda Revo nomor polisi DS 5368 AS dikendarai oleh Awan Asso (36) tahun warga arso Kabupaten Kerom.

"Kecelakaan berawal dari SPM Honda Revo yang sedang melaju kencang dari arah pasar lama menuju jalan baru tanpa menggunakan penerang jalan atau lampu motor dan dalam keadaan dipengaruhi minuman keras, sementara SPM Yamaha Mio yang baru selesai belanja di kios hendak memutar balik arah kendaraannya ke pasar lama kemudian langsung kaget karena ditabrak oleh SPM Honda Revo yang sedang dalam kecepatan tinggi" ungkap Lamasi.

Lamasi juga menuturkan bahwa akibat dari kecelakaan tersebut kedua kendaraan mengalami kerusakan serta kedua pengendaranya langsung dilarikan ke rumah sakit dimana kemudian pengemudi SPM Yamaha Mio menghembuskan nafas terakhirnya akibat mengalami pendarahan di hidung dan telinga kiri serta luka lecet pinggul sebelah kanan dan luka memar pada kepala bagian atas juga pembengkakan dileher, sementara pengemudi SPM Honda Revo mengalami luka lecet di kakinya.(*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...