Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Pertemuan Binmas dan FKPM Bahas Antisipasi Situasi Kamtibmas

Jayapura,-Satuan Binmas Polres Jayapura Kota melalui Kanit Bin Kamsa IPDA Miftahul Ulum yang didampingi Kanit Bin Polmas AIPTU Naufal bersama Staf melaksanakan kegiatan pertemuan dengan perangkat Forum Kemitraan Pemolisian Masyarakat (FKPM) di Dok IX Pantai Distrik Jayapura Utara, Sabtu pukul 09.00 Wit.

Kanit Bin Kamsa ketika ditemui Humas Polres Jayapura Kota diruang kerjanya membenarkan adanya pertemuan antara Satuan Binmas Polres Jayapura Kota dengan perangkat FKPM yang dihadiri 30 orang di Dok IX Pantai Distrik Jayapura utara.

"Dalam pertemuan tersebut kami menyampaikan pesan Kamtibmas tentang kondisi Kamtibmas  di wilayah Kota Jayapura yang didominasi dengan Curanmor dan bencana Kebakaran rumah" kata Ulum.

Ulum mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti maraknya kejadian curanmor maka masyarakat atau warga harus mengaktifkan kembali Pos Kamling guna melakukan pencegahan agar para pelaku tidak memiliki ruang gerak dan kesempatan saat ingin melancarkan aksinya.

"Sedangkan untuk mencegah terjadinya musibah Kebakaran diperlukan kepedulian warga masyarakat didalam rumah masing-masing seperti memperhatikan Kompor serta lampu dan barang-barang elektronik apabila tidak digunakan agar mematikannya juga bila terjadi pemadaman lampu oleh PLN dalam menggunakan lilin agar berhati-hati dalam meletakkannya dengan mempertimbangkan situasi didalam rumah, bila ada akan lebih bagus menggunakan lampu emergency" tutur Kanit Bin Kamsa.

IPDA Ulum juga mensosialisasikan aplikasi Noken Polres Jayapura Kota serta cara penggunaannya dan keuntungan menggunakan aplikasi tersebut bila terjadi situasi yang membutuhkan kehadiran pihak kepolisian dengan segera.

Ketua FKPM Yan Rontini dan Anggota FKPM Dok IX Pantai sangat antusias dengan kedatangan dari pihak Kepolisian dan mereka mengucapkan terima kasih. Saran dan pendapat Anggota FKPM Bahwa Respon kehadiran Polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sangat memuaskan Warga Masyarakat", ungkap IPDA Miftahul Ulum.(*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...