Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Kasat : Cari Sarapan Korban Dianiaya Motor Dirampas

Jayapura,-Kepolisian Resor Jayapura Kota melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal kembali menangani kasus Pencurian yang disertai dengan Kekerasan yang terjadi di jalan Koti depan Pelabuhan Distrik Jayapura Utara, Sabtu 11/11 pukul 04.30 Wit.

Korban diketahui mengalami kekerasan berupa pemukulan sebelum
kehilangan satu unit Sepeda Motor (SPM) yang dibawanya dirampas oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota AKP Agus Kuswanto,SH ketika dikonfirmasi Humas Polres Jayapura Kota diruang kerjanya membenarkan adanya kejadian Pencurian yang disertai dengan kekerasan menimpa korban yaitu DS (22) tahun warga Aryoko Distrik Jayapura Utara.

"Sebelum kejadian Korban pergi melaksanakan Sholat subuh, setelah itu hendak mencari nasi kuning untuk sarapan namun setelah di TKP (tempat kejadian Perkara) Korban langsung dihadang oleh pelaku serta dipukul pada leher bagian belakang kemudian secara paksa pelaku merampas SPM dan langsung kabur meninggalkan korban" kata Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim juga menuturkan SPM yang dirampas oleh pelaku adalah Yamaha Mio warna Hitam dengan nomor polisi DS 3088 RA, setelah kejadian tersebut dialaminya pelaku langsung ke Polres Jayapura Kota untuk melaporkan peristiwa tersebut guna ditindaklanjuti.

Pada kesempatan yang sama Kasat Reskrim menambahkan bahwa kasus pencurian disertai dengan kekerasan yang menimpa korban ini sementara kami dalami dengan mengambil keterangan korban dan saksi-saksi guna menjadi petunjuk bagi anggota kami dalam melakukan penyelidikan. Kasat juga menghimbau kepada warga apabila bepergian agar selalu waspada saat melewati tempat-tempat sepih dan apabila menemukan orang yang mencurigakan agar lebih berhati-hati.(*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Roygen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...