Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Kapolsek : Akibat Rem Blong Tabrakan Beruntun Tak Terhindarkan

Jayapura,-Kecelakaan beruntun terjadi akibat   rem blong di jalan Abepura Entrop tepatnya didekat Kantor BMKG Distrik Jayapura Selatan yang melibatkan tiga unit kendaraan yang mengakibatkan satu pengendara motor menderita luka robek, Rabu 22/11 pukul 08.35 Wit.

Berawal dari Mobil Truck Pompa Beton dengan nomor polisi DS 9071 A dari arah Abepura menuju Entrop dan saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengalami rem blong hingga pengemudi tidak dapat kendalikan laju kendaraan sehingga menabrak mobil Suzuki pickup dengan nomor polisi DS 8443 AE kemudian mobil Pickup menghantam satu unit Sepeda Motor (SPM) Suzuki Shogun nomor polisi DS 2476 AV hingga membuat pengemudi SPM terjatuh dari motornya.

Kepala Kepolisian Sektor Jayapura Selatan KOMPOL Nursalam Saka,S.Pd saat dihubungi Humas Polres Jayapura Kota melalui handphonnya membenarkan adanya kejadian kecelakaan beruntun tersebut yang terjadi didekat Kantor BMKG entrop Distrik Jayapura Selatan.

Kapolsek mengatakan "ketiga kendaraan datang dari arah yang sama yaitu dari arah Abepura tujuan Jayapura,  dimana P (35) tahun saat mengemudikan mobil trucknya mengalami rem blong hingga tak dapat mengendalikan kendaraannya dan menabrak mobil pickup yang saat itu berada didepannya  yang dikemudikan oleh S (42) tahun, lalu mobil pickup tersebut menghatam S (35) tahun yang sedang mengendarai SPM Suzuki Shogun  jatuh dari motornya".Ungkapnya

"Akibat dari kecelakaan tersebut Mobil Pickup dan SPM Suzuki Shogun mengalami kerusakan dan pengendara SPM yaitu S yang berprofesi sebagai anggota Polri menderita luka pada betis kiri hingga dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara dan masih mendapatkan perawatan medis hingga saat ini" kata Kapolsek.

Kapolsek menghimbau kepada para pengemudi truk agar sebelum mengemudikan kendaraanya terutama saat membawa angkutan agar bisakan diri memeriksa kelengkapan dan kondisi kendaraanya serta pemeriksaan berkala sehingga aman dan nyaman dalam mengemudikan kendaraan serta tidak menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.(*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...