Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Doa dan Zikir Bhayangkari Untuk Keselamatan Negeri

Jayapura,-Bhayangkari Cabang Polres Jayapura Kota melaksanakan  doa bersama untuk keselamatan Tanah Papua dan seluruh Anggota Polri dan TNI, khususnya yang sedang melaksanakan tugas di Tembagapura Timika bertempat di Aula Bhayangkari Cabang Jayapura Kota di Aspol Kloofkamp Jayapura, distrik Jayapura Utara, Senin 20/11 pukul 07.30 Wit.


Hadir dalam Ibadah tersebut Ketua Bhayangkari Cabang Jayapura Kota Ny.Dian Tober Sirait bersama 145 Bhayangkari Cabang Jayapura Kota, turut hadir juga pemuka agama yaitu Ustadz Rifki Elsi dan Pastor Jhon yang memimpin pelaksanaan Ibadah.

Thema   pelaksanakan ibadah yaitu "Doa bersama guna untuk Keselamatan dan Keberhasilan bagi seluruh anggota Polri dan TNI di Indonesia terutama di Tanah Papua dan khususnya Tembagapura Timika agar para aparat keamanan diberikan keselamatan dalam melindungi warga masyarakat yang mendapat tekanan Kamtibmas oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)".

Setelah Ibadah acara dilanjutkan dengan Pertemuan Rutin Bhayangkari Cabang Jayapura Kota dalam bentuk kegiatan Arisan Bulanan bagi seluruh Bhayangkari Cabang Jayapura Kota beserta bhayangkari ranting yang rutin  dilaksanakan tiap bulannya guna menjalin silaturahmi dan mempererat keakraban serta tali persaudaraan sesama Bhayangkari Cabang Jayapura Kota.

Dalam sambutannya menekankan  "seorang Bhayangkari sebagai pendamping selain menjadi Istri, Ibu, juga berperan sebagai teman dan sahabat bagi suaminya agar senantiasa berdoa kepada Tuhan agar memberikan keselamatan dan kedamaian bagi seluruh aparat Polri maupun TNI dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terutama dan masyarakat yang berada di Tembagapura Timika pada khususnya" kata Ny.Dian.

Ny.Dian juga menambahkan bagi Bhayangkari yang mengetahui  ada istri anggota Polres Jayapura Kota belum melaksanakan Nikah Dinas maka segera disampaikan agar dapat dibantu  pengurusannya karena bila tidak melaksanakan Nikah Dinas maka belum dikatakan sah sebagai Bhayangkari disamping itu guna mendapatkan tunjangan sebagai istri dan anak, karena jika tidak melaksanakan Nikah Dinas dan bila terjadi sesuatu terhadap suaminya maka kepada istri dan anak tidak akan mendapatkan haknya dari negara.


Dalam Pertemuan Rutin tersebut juga dilakukan pemberian sumbangan oleh Ny.Dian  selaku Ketua   kepada anggota Bhayangkari yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran tepatnya di Asrama Polisi SPN Base-G dan diharapkan dapat meringankankan beban Bhayangkari tersebut guna membantu membangun rumahnya kembali agar Keluarganya dapat berkumpul dan tinggal dikediamannya seperti sedia kala.(*)

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...