Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Spesialis Pelaku Curanmor Berhasil Dibekuk Opsnal Polresta

Jayapura,- Team Opsnal Satuan Reskrim Polres Jayapura Kota berhasil membekuk Residivis pelaku  Curanmor dan dari hasil pengembangan telah diamankan pula 18 unit kendaraan bermotor berbagai type dan merek hasil kejahatan RM alias LT ( 33 ) tahun dari 28 unit yang berhasil digasaknya, berkat kerja sama dengan Polres Keerom, sesuai hasil release.Rabu, 25/10 sore.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Marison Tober H. Sirait,SIK,MH dalam hasil releasenya menjelaskan bahwa RM adalah
pelaku residivis yang spesialis pemain tunggal dalam hal pencurian kendaraan roda dua di wilayah Jayapura  Kota dan sudah empat kali masuk keluar dari ruang tahanan Polres Jayapura Kota karena kasus pencurian motor.

"Kami akan proses RM (33) sampai tuntas termasuk akan mengembangkan terus hasil kejahatan RM tidak menutup kemungkinan masih ada dan kini saya perintahkan anggota untuk dalami terus karena dari kerja anggota saya sejak tanggal 12-23/10 sudah  berhasil mengamankan 18 unit kendaraan, semoga jumlah tersebut akan bertambah" Kata Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa kendaraan hasil kejahatan RM dijual kepada warga diwilayah keerom dengan kisaran harga dua juta rupiah per unit dan sebagian lagi di jual ke daerah Nimbokrang dan Lereh dengan harga yang sama dan untuk penadah sendiri kami masih terus kembangkan dengan berkoordinasi dengan polres Keerom untuk proses hukumnya dan saat ini sudah dua orang penadah telah dimintai keterangan terkait kendaraan yang dibeli dari RM.

Pada saat yang sama Humas Polres Jayapura Kota konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota AKP Agus Kuswanto,SH dan menjelaskan bahwa RM sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 13/10 lalu dan saat ini telah mendekam di ruang tahanan Polres Jayapura Kota untuk pengembangan atas hasil kejahatan yang dilakukan sejak bulan April sampai dengan Oktober 2017 dan RM akan dijerat dengan Primer Pasal 363 KUHBP, Subsider Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan Ancaman hukuman 7 tahun Penjara.

Selain itu pada kesempatan tersebut Kapolres juga menghimbau kepada warga masyarakat kota Jayapura yang merasa kehilangan motor agar dapat mengecek ke Polres Jayapura Kota dengan membawa dokumen kendaraan berupa STNK dan BPKB dan bila ada maka akan diserahkan langsung kepada pemiliknya tanpa pungutan biaya".Tegas Kapolres.

Penulis : Subhan
Editor   : J.Rumra
Publish : Roygen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...