Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Polisi dan FKPM Gandeng Uspika Melakukan Penanaman 400 Pohon

Jayapura,-Satuan Binmas Polres Jayapura Kota bersama FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat) Yobe Kelurahan Waena bersama Kepala Distrik Heram, Kapolsub Sektor Heram, Koramil Abepura, RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) dan Masyarakat waena melaksanakan Program Polisi Sahabat Alam di kelurahan Waena distrik Heram. Jumat (27/10) pukul 08.00 wit.

Kepala Satuan Binmas Polres Jayapura Kota yang diwakili Oleh IPDA Abdul Chariri ketika dikonfirmasi oleh Humas Polres Jayapura Kota ketika selesai kegiatan membenarkan bahwa Rangkaian Kegiatan Program Polisi Sahabat Alam kali ini dituangkan dalam bentuk pananaman pohon disepanjang jalan kompleks perumahan polda papua di jalan Buper kelurahan waena Distrik Heram.
IPDA Abdul Chariri mengatakan kegiatan diawali dengan apel kesiapan penanaman pohon di halaman kantor Polisi Subsektor Heram dipimpin oleh Kepala Distrik Heram Saudara Jaya Kusuma yang dalam arahannya berterima kasih kepada FKPM YOBE Kelurahan Waena bersama Satuan Binmas Polres Jayapura Kota yang memprakarsai kegiatan ini juga kepada yang hadir dari Polsub Sektor Heram, Koramil Abepura, Distrik Heram, Lurah Waena dan masyarakat sekitar distrik  atas kekompakan Uspika (Unsur Pimpinan Kampung) dan warga kelurahan Waena  semoga dapat ditingkatkan.

Lanjut Chariri Kapolsebsektor Heram juga menyampaikan sambutannya agar masyarakat kelurahan waena dapat menjaga kelestarian alam agar terhindar dari bencana alam dan bersama-sama menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat dilingkungan masing-masing.

"Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon kepada peserta dan dilanjutkan dengan penanaman 400 pohon berbagai jenis disepanjang kompleks perumahan Polda Papua jalan buper kelurahan waena distrik heram kota jayapura" kata Chariri. (*)

Penulis  : Subhan
Editor    : J.Rumra
Publish  : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...