Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Patroli Dialogis Sabhara dan Kunjungan Kemanusiaan ke Lokasi Eks Kebakaran Weref.

Jayapura- satuan Sabhara Polres jayapura kota melaksanakan Patroli dialogis dalam rangka antisipasi  liburan pada tempat rekreasi di seputaran kota jayapura dan pelaksanaan Ibadah peringatan HUT GKI pada gereja-gereja di wilayah kota Jayapura, Kamis, 26/10 pagi pukul 09.30 wit.

pelaksanaan patroli   kali ini para personil satuan sahbara menggunakan Sepada patroli Polisi, yang dipimpin langsung oleh Kasat Sabhara   AKP Erol Sudrajat, S.Sos, M.Si bersama sepuluh personel anggota Sabhara dengan route yang dilewati antara lain jln. Nindiya Karya, jln. Pembangunan, Jln. Ahmad Yani, Jl. Samratulangi, Jln. Soasiu dok II Bawah, Jln. Pasifik Ruko Permai, Jln.Samratulangi, Jln. Koti Weref dan kembali ke Mako Polresta.
Kasat Sabhara yang ditemui Humas Polres Jayapura Kota saat berada di Lokasi eks Kebakaran Weref mengatakan " Sepanjang kami laksanakan patroli dialogis yang menjadi sasaran utama adalah tempat ibadah seperti gereja Pengharapan yang  berlangsung aman, namun ketika di depan pelabuhan ada orang mabuk sedang ugalugalan mengendarai kendaraan karena miras sehingga kami amankan ke Polsek KPL, selanjutnya membantu warga eks kebakaran Weref yang sedang melaksanakan pembagian sembako serta pengaturan lalu lintas hingga lalulintas lancar. " Kata Kasat

Selain kegiatan patroli dialogis dan pengaturan lalulintas di lokasi pengungsi eks kebakaran pada kesempatan yang sama juga   ada kunjungan kemanusiaan dari  Bhayangkari Polres Jayapura Kota diataranya Bhayangkari dari satuan lalulintas dan  Intelkam  untuk memberikan bantuan tali asih terhadap warga yang mendapat musibah kebakaran berupa pakaian, air mineral, beras, supermi, dan Popok bayi".

Ketua Bhayangkari anak Ranting satuan Lalulintas Ny, Yulia Ferdinan Masaawet didampingi Ketua Bhayangkari anak ranting satuan  Intelkam Ny. Murni Beddu Rahman ketika dikofirmasi Humas Polres Jayapura Kota mengatakan " Tujuan kami melakukan kunjungan kemanusiaan ke lokasi eks kebakaran Weref  saat ini  tidak lain karena rasa kemanusiaan dan perduli atas warga yang mengalami musibah dan untuk menjalin silaturahmi dan mengharapkan semoga bantuan yang diberikan dapat membantu  meringankan beban penderitaan yang dialami." Pungkasnya. (*)

Penulis : Arifin
Editor   : J.Rumra
Publish : Subhan 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...