Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Kasat Lantas : Pengendara RX King Meregang Nyawa Setelah Hantam Trotoar

Jayapura,- Diduga dipengaruhi minuman keras, seorang Pemuda Bernama Vildo Bleskadit (23) Tahun warga Perumnas III Waena, Tewas usai terjatuh karena menghantam Trotoar di Jalan Koti tepatnya di depan pelabuhan Jayapura, Selasa (24/10) pagi pukul 06.00 wit.

Korban meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lantaran korban mengalami luka benturan dibagian kepala hingga terjadi pendarahan hebat dihidung dan Mulut.
Kasat Lantas Polres Jayapura Kota AKP Ferdinand B.Masaawet,SIK ketika dikonfirmasi oleh Humas Polres Jayapura Kota membenarkan kejadian tersebut dan kasus ini masih didalami oleh penyidik Satuan Lalu lintas Polres Jayapura Kota.

Kasat Lantas menuturkan kronologi kejadian terjadi sekitar Pukul 06:00 wit korban dalam pengaruh Minuman keras mengendarai motor Yamaha RX-King warna hitam tanpa nomor Polisi melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Weref dengan tujuan Jayapura, setibanya di tempat kejadian perkara Korban hendak melambung Mobil Pemadam kebakaran yang saat itu sedang menangani kebakaran, lantaran Korban hilang kendali dan langsung keluar jalur menghantam trotoar jalan hingga terpental di Tiang Listrik.

“Dari keterangan saksi yang sempat melihat mengatakan bahwa korban ugal-ugalan berkendara saat melintas di depan Pelabuhan. diduga korban melaju dengan kecepatan tinggi dan dalam pengaruh minuman keras", ungkap Kasat Lantas.
Pada kesempatan yang sama Kasat Lantas menghimbau bagi pengendara khususnya bagi pengemudi roda dua agar tidak mengendarai kendaraan dalam keadaan dipengaruh minuman keras lantaran dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain tentunya, Selain itu juga perbuatan mengendarai kendaraan dalam pengaruh minuman keras merupakan tindakan melanggar Hukum. (*)

Penulis  : Subhan
Editor    : J.Rumra
Publish  : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...