Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Bhabinkamtibmas Peduli Pembangunan Gereja Galang Dana Bersama Pemuda

Jayapura,-Bhabinkamtibmas Kampung Holtekam BRIPKA Slamet Riyadi dalam mengemban tugasnya melihat pembangunan Gereja Ora Et Labora yang belum juga selesai sehingga berinisiatif mengajak para pemuda gereja setempat untuk melakukan aksi penggalangan  Dana di pesisir Pantai Palong kampung Holtekam Distrik Muara Tami. Minggu 22/10 pukul 15.00 wit.

Aksi tersebut dilakukan guna menyelesaikan Patung Menara Gereja Ora Et Labora Kampung Holtekamp yang pembangunannya belum selesai maka mengajak para pemuda gereja untuk sama-sama menjajakan jualan dan didampingi langsung oleh anggota  Bhabinkamtibmasnya dan hasilnya akan diserahkan kepada panitia. Ungkap Slamet
Kapolsek Muara Tami KOMPOL Muh. Mukabsi,S.Sos.MM ketika dikonfirmasi Humas  Polres Jayapura Kota    mengatakan "anggota saya BRIPKA Slamet sedang mengajak pemuda gereja setempat untuk menggalang dana guna pembangunan gereja yang belum selesai dan hal tersebut telah dilaporkan dan saya salut atas inisiatif anggota yang memiliki rasa keperdulian terhadap pembangunan gereja yang belum selesai dan pengabdian yang tulus terhadap warga binaanya" Kata Kapolsek.

Lanjut Kapolsek bahwa jenis kegiatan yang dilakukan dalam mencari dana   adalah menjual es kelapa muda kepada para pengunjung pantai wisata palong kampung holtekam, Selain menjual es kelapa, para pemuda gereja juga akan melakukan kegiatan lain yaitu membantu warga menanam jagung, menjual ayam kampung termasuk yang sudah dipanggang.

Pada kesempatan yang sama BRIPKA Slamet mengungkapkan "ya benar bahwa adik-adik pemuda yang saat ini sedang mencari dana, saya ajak untuk buat bazar, kebetulan saya memiliki peliharaan ayam kampung yang telah siap jual di rumah, boleh dijual  atau dipanggang terlebih dahulu dan keuntungan dari hasil penjualan akan disumbangkan ke Gereja". Pungkasnya (*)

Penulis  : Subhan
Editor    : J.Rumra
Publish  : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...