Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Bhabinkamtibmas Mediasi Demo Penyaluran Dana Respek Prospek

Jayapura,- Polsek Jayapura Utara melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Trikora BRIPKA Islahudin bersama Kanit Binmas IPDA Berdi mendampingi Kepala Kelurahan Trikora Marselius Singgamui,S.Sos menerima mama-mama Papua warga RT02 RW03 yang melaksanakan demo dan  berorasi tentang penyaluran  Dana Respek  di Aula Kelurahan Trikora Distrik Jayapura Utara, (27/10) pukul 08.30 wit.

BRIPKA Islahudin ketika dikonfirmasi oleh Humas Jayapura Kota membenarkan bahwa kedatangan Mama-mama papua warga kelurahan Trikora ke Kelurahan Trikora sekitar 40 orang  untuk menuntut ketidakadilan tentang Penyaluran dana Respek Prospek.
Islahudin mengatakan awalnya mama-mama datang dan langsung berorasi didepan Kantor Kelurahan Trikora namun ia bersama Kanit Binmas dan Kanit Intel berhasil menenangkan dan mengumpulkan massa ke aula kantor Kelurahan agar dapat dimediasi masalah tersebut bersama Kepala Kelurahan Trikora, dalam arahanya Islahudin menekankan " agar masalah yang hendak disampaikan kiranya diselesaikan secara musyawarah dan jangan membuat keributan mengingat segala hal menyangkut penyaluran dana desa harus sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan oleh pemerintah Pusat." Tegas Islahudin

Islahudin menambahkan bahwa "Kepala Kelurahan Trikora dalam arahannya kepada mama-mama papua memaparkan tentang mekanisme penyaluran dana respek prospek mulai dari pusat hingga ketangan para warga sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. setelah mendengar penjelasan dari pak Lurah barulah para pendemo mengerti hanya meminta keadilan atas penyaluran agar tidak tumpang tindih seperti tahun sebelumnya, hal itu di akomodir oleh pak Lurah dan berjanji untuk berkoordinasi dengan pimpinan." Kata Islahudin (*)
 Penulis  : Subhan
Editor    : J.Rumra
Publish  : Roygen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...