Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Bhabinkamtibmas Beri Penyuluhan Ojek Perbatasan

Jayapura,- Bhabinkamtibmas Kampung Mosso BRIPKA Nurdin Makuassang melakukan pertemuan dengan para Ojek Lintas Batas di Pasar Perbatasan RI-PNG (Skouw-Wutung) dalam rangka memberikan himbauan kamtibmas dan  tertib berlalulintas saat berkendara di Area Perbatasan, Rabu (24/10) pukul 14.00 wit.

Kapolsek Muara Tami KOMPOL M.Mukabsi,S.Sos,MH ketika dikonfirmasi oleh Humas Polres Jayapura Kota membenarkan bahwa pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Babinsa Kampung Mosso SERDA Ludin Sapsuha, Kepala Kampung Mosso Agus Wepa Foa, Leader Security PLBN Skouw Niko Waromi, dan kordinator ojek perbatasan Deky Pattipeme serta 30 pengemudi ojek.



"Bhabinkamtibmas dalam sambutannya menghimbau kepada koordinator agar mendata ulang para ojek dan harus dilengkapi dengan Surat Ijin Mengemudi (SIM C), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan E-KTP. Kendaraan yang digunakan adalah milik sendiri yang terdaftar tidak boleh diberikan kepada orang lain untuk digunakan ojek. selain itu harus seragam, baik dalam penggunaan helm, baju atau rompi, bajunya sudah disiapkan untuk dibagikan para ojek yang sudah terdaftar", kata Nurdin

Selain itu Nurdin juga menekankan kepada para ojek agar tidak membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi demi  menjaga keselamatan Penumpang, Pejalan kaki serta dirinya sendiri. "Bila ditegur oleh Security PLBN hingga tiga kali maka yang bersangkutan dikeluarkan dan tidak boleh mengojek lagi", tambah Nurdin



Pada kesempatan yang sama kapolsek menuturkan bahwa Babinsa, Kepala Kampung dan Leader Security PLBN mengatakan jika para pengemudi ojek diketahui ada barang bawaan penumpang adalah barang terlarang maka wajib hukumnya untuk melaporkan kepada petugas yang ada atau Pos terdekat jangan didiamkan karena jika kedapatan maka ojekpun dikatakan ikut terlibat. selain itu setiap penumpang yang dibawa keluar perbatasan harus dilakukan pengecekan oleh ojek apakah penumpangnya mempunyai Surat Lintas Batas atau pasport.

Ditambahkan juga oleh Kapolsek yakni Leader Security akan meneruskan hal tersebut ke APS PLBN Skouw sehingga dapat lahirkan aturan dan tata tertib berlalu lintas kepada ojek lintas batas sesuai dengan mekanisme yang ada dan akan menambahkan apa yang telah dibahas dan ditanda tangani mengetahui dan menyetujui Pimpinan yang terkait dan juga Kepala Kampung, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. (*)

Penulis  : Subhan
Editor    : J.Rumra
Publish  : Arifin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...