Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Anggota Polresta Ikut Operasi Yustisi E-KTP

Jayapura- Personil Unit Patroli Bermotor Polres Jayapura Kota bersama Lantas Unit Polsek Abepura dan Pemda Kota melaksanakan Operasi Yustisi E-KTP bertempat di GOR Waringin Jln.Raya Abepura Sentani Distrik Abepura, Rabu (25/10) pagi.

Pelaksanaan operasi yustisi diawali dengan apel operasi yang dipimpin oleh IPDA Muh.Anwar
dan bertindak selaku Pembina apel adalah Wakil Walikota Jayapura Ir.H.Rustam Saru,MM dan hadir dalam apel adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ibu Merlan Uloly,SE.MM, serta yang mewakili Kapolres Jayapura Kota IPTU Jahja Rumra,SH.MH, juga Kasat Pol-PP Kota Drs.Luther Parung dan peserta apel dari dinas terkait sekitar 100 personil.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Jayapura mengatakan masih ada 80.000 warga Kota Jayapura yang belum melakukan perekaman E-KTP (Kartu Tanda Penduduk-Elektronik) sehingga perlu dilakukan Operasi Yustisi E-KTP seperti ini untuk mengetahui identitas warga karena banyak warga imigran yang berkunjung ke jayapura baik dari kabupaten lain maupun dari luar papua namun tidak memiliki identitas apapun, bahkan surat pindah atau pengantarpun tidak ada.

Wakil Walikota mengatakan "disinyalir dari warga ini  banyak menimbulkan persoalan di Kota Jayapura terutama masalah kamtibmas seperti perampokan yang terjadi beberapa waktu lalu di Pegadaian Waena, dan kasus perkosaan terhadap anak 6 tahun dan masih banyak persoalan lainnya", Ungkap Wakil Walikota.

Ia mengharapkan dengan adanya operasi yustisi ini warga yang terjaring bisa mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura untuk melakukan perekaman E-KTP tanpa dipungut biaya, Pungkasnya. (*)

Penulis : Subhan
Editor.  : J.Rumra
Publish : Roygen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...