Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Satpam dan Juru Parkir RSUD Merauke Saling Pukul Hingga Berakhir dengan Penikaman


Pacenews.id –  Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH melalui Kassubag Humas AKP Soeryadi mengatakan bahwa benar Di halaman RSUD Merauke telah terjadi saling pukul antara Satpam Dan Juru Parkir yang di Akhiri dengan penikaman, Jumat(29/09/2017).

Dimana yang terlibat dalam kejadian tersebut kedua dua nya sama sama bekerja di RSUD merauke dengan identitas Juru Parkir .
Tarsisius kambiton, L, 37thn, katholik, jl johar kelapa lima merauke dan Satpam Kaspar arok, L, jl. Sayap 1 merauke Sebagai Pelaku yang menikam rekan nya sebagai juru parkir dengan menggunakan sebilah pisau dapur.
Adapun kronologis kejadiannya Sekitar jam 16.00 wit saat korban bersama pelaku sama sama berdinas di RSUD merauke, korban dan pelaku pergi ke rumah pelaku mengkonsumsi miras. Dan saat keduanya kembali ke RSUD Merauke pelaku merasa tidak senang kepada salah satu temannnya dan bercerita kepada korban, korban menasehati pelaku agar tidak usah marah marah terhadap temannya, karena pelaku tidak terima degan nasehat atau saran dari korban lalu pelaku memukul korban dan korban membalas memukul pelaku yg mngakibatkan pelaku mengalami luka pada bagian hidungnya. Karena pelaku tidak terima kemudian pelaku pergi meninggalkan korban degan menggunakan sepeda motornya. Dan saat kembali pelaku mendekati korban dan korban juga berusaha untuk berbicara kembali kepada pelaku, namun saat pelaku berhadapan degan korban, ternyata pelaku telah membawa pisau dan langsung menikam korban degan menggunakan pisau. awalnya korban merasa pelaku hanya memukul saja dan ternyata korban melihat ada luka dibagian lengannya sehingga korban lari ke UGD dan pelaku sempat akan mengejar korban namun pelaku berhasil diamankan oleh anggota brimob dan selanjutnya dibawa oleh anggota opsnal ke polres merauke.
Dan Setelah keluarga korban datang ke polres merauke, menyampaikan bahwa antara korban dan pelaku sebagai teman yg sama sama bekerja di RSUD merauke. Korban meminta akan membicarakan secara keluargaan dgn pelaku, sehingga keluarga belum membuat laporan polisi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...