Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Polisi Amankan Pelaku Pembuat Minuman Lokal Jenis Sopi


Pacenews.id – Kepolisian Sektor Unurum Guay telah mengamankan pelakudengan inisial MM (29) dan GYN (63) pembuatan minuman lokasi jenis Sopi di Kampung Garusa Distrik Unurum Guay yang di pimpin oleh Kapolsek Unurum Guay Iptu Oscar F. Rahadian. S.IK dan DanRamil Unurum Guay Lettu Inf. S.N.Wijaya. Selasa 26/9/2017.
Kapolsek Unurum Guay Iptu Oscar F. Rahadian. S.IK saat dikonfirmasi mengatakan “berawal dari informasi masyarakat bahwa telah adanya pembuatan minuman lokasi jenis Sopi di Kampung Garusa Distrik Unurum Guay, maka saya selaku pimpinan merespon laporan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak Koramil dan bersama-sama menuju ke TKP”.
Dijelaskan juga saat tiba di TKP tim gabungan Polsek dan Koramil Unurum Guay langsung memeriksa Rumah serta pekarangan dan belakang rumah, setelah dilakukan pemeriksaan telah didapati temuan barang bukti minuman lokal jenis sopi dirumah pelaku.
“Hasil temuan barang bukti dari Rumah pelaku MM (29) sebanyak 2 Gen 20 Liter bersama besi sebagai alat penyuling dan 1 Ember sekitar 40 Liter minuman yang belum jadi serta di Rumah pelaku GYN (63) sebanyak 2 Gen 20 Liter dan alat penyuling namun sudah lama tidak digunakan,”terang Kapolsek Unurum Guay Iptu Oscar F. Rahadian. S.IK.
Dari keterangan pelaku bahwa penjualan minuman lokal jenis sopi ini sudah berjalan selama 1 tahun dan Sopi tersebut dijual seharga Rp. 150.000,-/ botol ukuran 600 ml.
“Saat ini barang bukti dan pelaku masih ditahan di Polsek Unurum Guay dan kita juga akan berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polres Jayapura untuk proses lebih lanjut,”pungkas Iptu Oscar F. Rahadian. S.IK. (FN)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...