Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Lakukan Tindak Asusila, 2 Orang Anak Dibawah Umur Diamankan Polisi


Merauke – Telah terjadi kasus pencabulan yang dilakukan oleh pelaku yang masih dibawah umur di Jalan Ternate Kabupaten Merauke, Minggu (24/09/17)

Kejadian berawal saat pelapor yang merupakan ibu korban curiga terhadap anaknya yang meringis kesakitan di bokongnya. Kemudian setelah korban mandi, saat itu korban meminta kepada ibunya untuk melihat bokongnya.

Saat ibu korban melihat bokongnya, ibu korban mendapati adanya luka dibagian pantat atau lubang dubur. Saat ditanaya Korban mengatakan bahwa yang melakukannya adalah pelaku R 13 tahun Warga Jalan Ternate Merauke yang merupakan teman korban sendiri.

Tidak terima dengan kejadian tersebut pelapor MR bersama korban RA warga Jalan Ternate Merauke mendatangi Mapolres Merauke untuk Melaporkan kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. AM. Kamal, SH mengatakan, agar para orang tua lebih memperhatikan dan mengawasi terhadap anak – anaknya dalam bergaul dan beraktifitas diluar rumah, agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.


“Pelaku tidak dilakukan penahanan karena pelaku masih dibawah umur tetapi proses hukum terus dilanjutkan untuk keadilan dari korban,” Ungkap Kabid Humas


By Admin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...