Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Cekcok Mulut, Seorang Pria Kena Kapak di Waropen


Pacenews.id – Berawal dari cekcok mulut dengan Pelaku OS, pria bernama Benyamin Ramandei, warga Kampung Sanggei terkena sabetan Kapak di dadanya, Kamis (28/09) malam.
Hal ini disampaikan Kapolres Waropen melalui Kasat Reskrim Iptu. Wahda J. Saleh, SH.I, MH saat dikonfirmasi bahwa benar pada hari Kamis dini hari telah terjadi Tindak Pidana Penganiayaan di Kampung Apoinabo, Distrik Urei Faisei, yang dilakukan oleh Pelaku OS kepada korban Benyamin Ramandei.
“Kasus ini berawal dari korban yang berjalan-jalan dengan salah satu saksi, dan bertemu pelaku OS di Kampung Apoinabo dan pelaku mengajak korban dan saksi untuk minum miras lokal bobo, namun ajakan tersebut ditolak oleh korban dan terjadilah cekcok mulut dan kemudian pelaku pulang kerumahnya mengambil sebuah kapak dan mengayunkan kapak tersebut kearah korban dan mengenai dada yang mengakibatkan luka robek,” jelas Kasat Reskrim.
Dari kejadian tersebut, pelaku diamankan di rutan Mapolres Waropen guna proses selanjutnya, untuk pelaku akan disangkakan dengan Pasal 351 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman kurungan paling lama lima tahun penjara atas perbuatannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...