Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

13 Orang yang Terlibat Konflik Berkepanjangan di Puncak Jaya Ditangguhkan


Pacenews.id – Kapolres Puncak Jaya AKBP Indra Napitupulu, SIK melaksanakan Acara Kesepakatan Bersama dalam rangka permohonan penangguhan penahanan di Aula Mapolres Puncak Jaya, Kamis (28/09/2017) sore.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Puncak Jaya Nesco Wonda S.Sos, Ketua Klasis Gidi Pdt. Dainus Game, Kasdim 1714 Puncak Jaya Mayor Inf Dwi Soerjono serta 13 orang yang terlibat konflik.
Kapolres mengatakan, menindak lanjuti permohonan penangguhan penahanan, dirinya telah berkoordinasi dengan muspida dan Kapolda mengenai penangguhan penahanan terhadap masyarakat yang ditahan dan Kapolda menyerahkan kepada Kapolres selaku penanggung jawab keamanan di Kabupaten Puncak Jaya.
“Dalam hal ini saudara tidak dibebaskan, hanya dilakukan penangguhan penahanan dan kami lakukan sesuai dengan prosedur serta disaksikan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta muspida. Dan kami akan melakukan gelar perkara dan akan mengundang pihak kejaksaan yang artinya bahwa kasus ini tidak serta merta kita hentikan,” jelas Kapolres.
Selain dilakukan surat penangguhan penahanan, lanjut Kapolres, para tahanan akan wajib lapor, yaitu 2x seminggu dan selama dikeluarkan dari tahanan tidak membuat suatu permasalahan.
“Agar hal ini menjadikan pembelajaran bagi masyarakat untuk bersama menjaga keamanan bersama di Kabupaten Puncak Jaya. Budaya perang ini merupakan adat yang ditinggalkan oleh para leluhur yang mana bertentangan dengan nilai kemanusiaan sehingga sebaiknya kita tinggalkan karena dapat merugikan masyarakat,” himbau Kapolres.
Ketua DPRD Nesco Wonda yang hadir juga mengucapkan Terima kasih kapada pihak Polres yang sudah membantu memfasilitasi acara perdamaian ini.
“Masyarkat yang telah ditahan akan dilakukan penangguhan penahanan yang artinya sodra wajib lapor dan apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka akan dikembalikan kepada pihak Kepolisian untuk diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutur Nesco Wonda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Polisi Laksanakan Olah Tkp Kebakaran di kampung Kadun Jaya

Bertempat di kampung Kadun Jaya km 10 Distrik Wania telah dilaksanakan kegiatan olah TKP oleh tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Mimika yang dipimpin langsung oleh Kanit I Pidum Ipda Bobby Wirawan bersama 12 gabungan Polres dan Polsek Mimika Timur.  Jumat,  (12/01/2018) Sore. Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan olah TKP pada lokasi kebakaran guna mengumpulkan bahan keterangan di lapangan untuk mengetahui titik awal permasalahan yang terjadi sebagai bahan dalam memenuhi unsur proses penyidikan yang berjalan. Dalam  olah TKP di lokasi kejadian berhasil di amankan barang bukti berupa seng kropos, kabel charge HP plus rangka HP dan PCB HP yang diduga sebagai titik awal terjadinya kebakaran dan selanjutnya akan digunakan sebagai bahan penyidikan dalam proses hukum lebih lanjut. “Kejadian berawal dari Pelapor bernyayi di wisma Mekar Jaya 1 bersama temanya dan tiba-tiba mencium bau asap dari kamar wisma Mekar Jaya 1 selanjutnya pelapor berteriak kebakaran dengan maks...

Jayapura Sediakan Kapal Wisata Bagi Para Wisawatan Lokal dan Mancanegara

Papuacenter – Untuk memperkenalkan keindahan ibu kota Provinsi Papua kepada para wisatawan lokal dan luar negeri, Dinas Perhubungan melakukan pengadaan fasilitas kapal yang diperuntukkan bagi wisatawan untuk melihat keindahan panorama ibu kota Provinsi Papua yakni Jayapura melalui jalur laut. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkrew, Rabu (11/1). Dia menjelaskan bahwa kapal itu merupakan hasil pengadaan Dinas Perhubungan zaman Wali Kota Benhur Tomi Mano (BTM), yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata. “Kapal tersebut bisa menampung 30-60 penumpang. Kapal ini diperuntukan untuk wisatawan domestik dan dari luar negeri,” Ucapnya. Sebagai kegiatan tur perdana, kapal ini digunakan oleh Muspida dan para ondoafi (tetua adat) untuk mengelilingi Teluk Youtefa, Teluk Humbold dan Teluk Hamadi. “Mereka akan gunakan kapal untuk mengecek rute-rute perjalanan kapal. Karena belum ada spot-spot persinggahannya,” Ujar Bernard. Selain itu, lanjut Bernard, Kapal i...