Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Perlukah Ahok Jadi Gubernur Papua ???


Terlalu naif apabila Papua masih dikata terbelakang, namun terlalu berlebih juga bila kita katakan Papua sudah maju setara Jakarta. 

Di sisi lain pembangunan mengejar ketertinggalan oleh pemerintah sedang digencarkan, namun di sisi lainnya ada juga yang masih berusaha menghambat dan menggagalkannya sembari teriak kemerdekaan.

Ibarat tarik tambang, satu pihak sedang berupaya keras menarik ke depan, namun di lain pihak mereka juga tak menyerah berupaya menariknya ke belakang. Keduanya saling menggonjang-ganjing, menarik Papua ke arah yang diinginkannya masing-masing. Apa dampaknya ??? Dampaknya adalah, pada akhirnya kesejahteraan Papua sendirilah yang sedang tergadaikan.

Melihat fenomena ini, saya jadi teringat Ahok, sang Gubernur favorit yang kini potensi dirinya terabaikan. Dengan berbagai polemik yang kita saksikan, beliau kini terpaksa tidak bisa meneruskan kepemimpinannya di ibukota negeri jauh nan di sana.

“Pak Ahok, maukah jadi Gubernur Papua ? Saya ingin Papua bisa bergerak maju menuju sejahtera lebih cepat dari proses yang sekarang…” Begitulah yang terbetik dalam saya punya hati.

Sebagai orang asli Papua, tentu saya juga merasakan keluh kesah hati mereka yang kini masih belum mampu tersejahterakan seperti apa yang diharapkan.

Untuk itu, saya berharap Ahok, ataupun lebih bagus lagi Orang Asli Papua (OAP) yang sekelas Ahok, yang akan memimpin Papua ini. Kita butuh dia yang tulus, tapi brilian. Lembut terhadap rakyat, namun tegas terhadap para keparat. Kita butuh sosok seperti Ahok yang berani teriakkan keadilan, yang bisa menjegal gerak langkah para koruptor.

Begitulah saya punya harapan, semoga saja ia mampu terwujud. Saya yakin dari berjuta warga Papua, pasti ada yang sekelas atau bahkan JAUH LEBIH HEBAT dari Ahok. Cepat atau lambat, dengan pertolongan Tuhan engkau pasti akan muncul.

Siapapun engkau, wahai bapak, atau Ibu, bangkitlah pimpin kami dan Papua ini !!!

Tidak bermaksud apa-apa, tulisan ini semoga menjadi motivasi bagi Pemerintahan Papua era sekarang, agar lebih tulus dan lebih giat lagi dalam membangun Papua. Begitupun, tulisan ini semoga menjadi penggugah bagi para keparat aparat pemerintahan yang masih merasa tenang dan senang dalam memakan uang rakyat, tanpa merasa berdosa.

Selain itu, tentu tulisan ini sebagai ungkapan harapan kepada sang MAESTRO PAPUA yang sangat dinanti-nantikan. 

Selamat pagi, salam hangat untuk saudara-saudaraku. Tuhan memberkati !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Khasiat Daun Sirih Hijau

Daun sirih yang dikenal ada 3 jenis, yaitu sirih merah, sirih hitam dan sirih hijau. Namun yang paling banyak dikenal dan digunakan dimasyarakat adalah daun sirih merah dan hijau, yang bisa dibedakan hanya dengan melihat warna daunnya. Daun sirih pada umumnya banyak ditemui ditanam dipekarangan orang yang hidup dipedesaan, dimana mereka masih banyak menggunakan obat dari bahan alami termasuk sirih serta untuk keperluan nyirih. Namun setelah khasiat sirih diketahui secara ilmiah, kini daun sirih sudah banyak dijadikan sebagai bahan untuk sabun kesehatan, obat kebersihan kewanitaan, minyak sirih dll. Khasiat daun sirih Hijau Sirih merah maupun sirih hijau sama-sama memiliki khasiat masing-masing. Dan khusus pada artikel ini, kita hanya akan membahas khasiat dari daun sirih hijau. Dan mengenai khasiat sirih merah, ada artikel tersendiri, baca disini. Menurut literatur, daun sirih hijau mengandung banyak senyawa yang berkhasiat bagi kesehatan. Beberapa kandungannya meliputi minyak esensial...