Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Panah Dari Papua Dilelang


Papuacenter – Sovenir panah asli khas Papua akan dilelang di kota Pekanbaru, proses lelang ini dilakukan oleh komunitas #UntukPapua. Souvenir panah tersebut merupakan hiasan/pajangan yang biasa di letakkan di dinding ruang tamu.

Seperti yang dijelaskan oleh Penanggung Jawab Komunitas #UntukPapua, Pramana Putra bahwa sovenir panah yang dilelang langsung dibawa dari Papua saat mengikuti program SM3T di daerah Wamena. Framana juga menjelaskan bahwa proses lelang tersebut akan digelar malam ini di Waroeng Wahid Jl. Durian Pekanbaru.

Panah tersebut merupakan hasil buah tangan yang sengaja dibeli dari anak-anak Wamena dan sengaja dilelang. Hasil dana lelang ini nantinya akan disumbangkan untuk pembelian tambahan tas dalam program gerakan 1000 tas untuk Papua.

“Penawaran tertinggilah yang akan mendapatkannya. Tawaran bukan dengan uang, tapi dengan tas. Bagi yang bisa memberikan tas terbanyak maka panah ini akan jadi miliknya,” Ujar Ibam.

Lelang panah asli papua ini merupakan salah satu dari serangkaian acara yang akan diselenggarakan komunitas #UntukPapua di Pekan baru. Mulai dari talk show tetang pendidikan di Papuasampai dengan penampilan grup band ternama di kota Pekanbaru.

“Untuk penggalangan dana sudah berjalan sejak beberapa bulan yang lalu.  Sampai saat ini kita sudah kumpulkan sebanyak 154 tas. Antusias teman-teman Pekanbaru untuk menyumbang baik sekali dan banyak support,” terang Ibam (12/1).

Menurutnya tas yang berhasil dikumpulkan akan langsung dibawa ke pelosok Wamena Prov. Papua. Tujuan dari kegiatan ini ialah membantu anak-anak di pedalaman Prov. Papua agar mendapat pendidikan yang layak.(YK)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...