Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Inilah Letak 34 Bandara di Papua


Papuacenter - Seperti yang diketahui bersama bahwa Papua memiliki biaya hidup yang sangat tinggi dari sandang pangan dan papan. Sehingga pemerintah pusat berusaha untuk meurunkan harga distribusi barang. Salah satunya dengan membangun infrastruktur bandara di wilayah terisolir di Papua.

Direktur Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari saat di tembusi Redaksi PNID di Jakarta pada hari Selasa (19/1) mengatakan bahwa akan membangun beberapa bandara di Papua.

“Ini salah satu pembukaan daerah yang terisolir di Papua dimana di daerah terisolir telah dibangun 34 bandara. Ini sudah masuk ke dalam tatanan bandar udara,” ujarnya.

34 Bandara tersebut dibangun di wilayah Mopah, Kamur, Kimam, Bomakia, Manggelum, Babo, Kaimana, Bintuni, Rendani, Dekai, Nabire, Waghete, Timika, Obano, Karubaga, Bade, Batom, Ewer, Illu, Okaba, Kokonao, Kepi, Mindiptana, Moanamani, Oksibil, Mulia, Tanah Merah, Sarmi, Enarotali, Akimuga, Biloria, Kiwirok.
Baca juga :   Terlibat Narkoba, Sanksi Pecat Menanti

34 bandara ini sampai saat ini dalam proses tatanan untuk menjadi kebandarudaraan Nasional. Pembangunan tersebut berguna untuk pemerataan pembangunan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

10 bandara yang telah dibangun pada tahun 2015 berada di perbatasan yaitu di Sentani, Mopah, Manggelum, Enarotali, Sarmi, Tanah Merah, oksibil, Okaba, Karubaga, Kebar.

Nantinya akan ada bandara baru di Korowai dimana bandara tersebut akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widoo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...