Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

HUBUNGAN SELINGKUH ISTRI POLISI DENGAN KOPI

Ada pace polisi satu datang ke dokter polisi, baru dia minta tolong ke dokter itu karna dia ada masalah kesehatan.

�Apa yang bisa saya bantu?� pace dokter tanya.

Pace polisi bilang : �Pa dokter, berapa hari kemarin pas sa ada pulang dinas sa dapat tangkap basah sa pu istri ada baku naik dengan laki-laki lain. Jadi sa kasi keluar pistol baru ancam tembak laki-laki itu"

pace dokter bilang : "Terus..."

Pace lanjut : "Dia pu laki-laki selingkuh itu bilang kalo saya bunuh laki-laki itu, sa dapa penjara, baru sa pu istri bisa baku naik dengan orang lain lagi,, jadi dia bilang percuma saja pake cara kekerasan, pake cara damai saja. jadi sa istri buatkan kopi satu teko baru sa minum..."

Pace dokter babingung baru bilang : �Trus dia pu masalah apa?�

Pace polisi tra jawab, dia lanjut lagi : �Terus kemarin ini, dong dua ada sa tangkap basah lagi baku naik. Jadi sa ancam untuk bunuh sa pu maitua. Tapi dia pu selingkuh itu bilang kalo sa bunuh sa pu istri. Sa tra bisa lagi naik dia, trus sa dapa penjara seumur hidup. Dong dua bujuk saya baru ajak saya minum kopi satu teko lagi�.

Pace dokter ambil nafas dalam baru bialng : �iya pak.. trus hubungannya apa?�.

Pace polisi balas : "bah, belum selesai... dari tadi ni sa liat dong dua baku naik lagi... jadi depan dorang dua sa angkat pistol baru kasi todong ke sa pu mulut... Jadi laki-laki itu bilang kalo sa nanti rugi, karna kalo sa mati, dong dua bebas baku naik. Jadi dong dua ajak sa tenang baru minum kopi lagi�.

Pace dokter su emosi bokar baru batariak : �Terus ... ko pu tujuan datang ke sini tuh APAAA???."

pace polisi dia tenang baru dia bilang : �Behhh.. tenang to pa dokter, sa cuma mo tanya, KOPI itu sebenarnya bisa merusak sa punya kesehatan ka tidak????�

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...