Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Usai Miras, PNS Albert Tersungkur Di Bawah Meja Kasir


Jayapura, Papuacenter – Albert Goncalves Wanimbo, ST, seorang pegawai negeri sipil bagian Tata Pemerintahan Pemprov Papua yang akhir-akhir ini sering mendapat sorotan dari media karena ulahnya yang mendukung gerakan penolak pembangunan di Papua, KNPB tergeletak dibawah meja kasir sebuah warung makan Padang di daerah Waena, sekitar pukul 13.00 WIT, Jum’at (15/7).

Tampaknya, Albert sedang dipengaruhi oleh minuman keras karena kemarin, Kamis (14/7) MSG telah menolak mentah-mentah aplikasi ULMWP untuk diterima sebagai anggota tetap MSG. Sedangkan Albert adalah salah satu pejabat pemprov yang gencar memberi dukungannya terhadap aksi demo KNPB yang kerap membuat kekacauan di Papua.

“Pemilik kendaraan Avanza dengan nomor polisi DS 1986 AW ini datang ke dalam warung dengan sempoyongan dan setelah selesai makan tiba-tiba langsung jatuh tersungkur di bawah meja kasir,” kata Ani, pelayan warung Padang tersebut.

Ani menjelaskan bahwa dirinya sempat ketakutan karena didatangi orang mabuk, karena terkadang Albert jika dalam keadaan mabuk suka memecahkan piring dan gelas, namun kali ini ia tidak memecahkan barang namun diduga berpura-pura jatuh dibawah meja kasir lalu kabur setelah memberi alasan pada Ani bahwa dirinya akan mengambil uang di ATM.

“Om itu pura-pura jatuh lalu kabur setelah bilang mau ambil uang dulu di ATM,” ujuar Ani.
Di tempat yang sama Ani menjelaskan jika Albert sudah sering makan siang di warung tersebut pada jam yang sama, biasanya alasannya klasik mulai dari mau ambil uang di mobil atau bayar besok saja.

Setelah kami konfirmasi ke kantornya, Albert sudah satu minggu ini tidak masuk kantor tanpa ada keterangan yang jelas.

Sungguh tidak mencerminkan perilaku seorang pejabat pemerintahan daerah yang tidak masuk kerja tapi malah menghamburkan uang rakyat. Jangankan disiplin dengan pekerjaanya, menjaga kesehatannya saja tidak bisa, bagaimana mau kerja dan mengabdikan diri secara baik. Ditambah lagi dukungannya terhadap KNPB sehingga membuat dirinya tak pantas disebut sebagai pegawai negeri.

“Pegawai model apa tuh dia, tukang mabuk, dukung demo, tidak pernah masuk kantor lagi, jangan-jangan dia seorang koruptor yang memakan uang negara untuk mendukung demo KNPB”, ucap salah satu pengunjung di warung makan tersebut. (Editor/DW)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...