Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Mahasiswa Indonesia Bantu Papua 25 Juta



Jayapura,Papuacenter – Sebagai bentuk kepedulian, Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) di University of Queensland, berikan bantuan sosial kepada Panti Asuhan Kerahiman berupa uang tunai Rp 25 Juta, di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada haris Sabtu (23/7).

Acara sosial tersebut diwakili oleh Presiden PPIA di University of Quensland, Yohannes Fajar I. Kambon.

Ia mengatakan bahwa penyerahan bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian event Indonesian Day 2016 yang telah dilaksanakan pada 7 Mei 2016 lalu di Brisbane, Australia.

Adapun Sr. Mariecen sebagai pihak penerima bantuan mengucapkan terrimakasih atas kepedulian PPIA terhadap panti yang berada dibawah asuhannya.

"terima kasih atas bantuan kepeduliannya terhadap kami, bantuan ini akan kami manfaatkan sebai-baiknya untuk kepentingan Panti Asuhan.”

Selanjutnya, Fajar juga menyampaikan bahwa event Indonesian Day ini menjadi ajang untuk menggalang dana yang nantinya akan didonasikan kepada mereka yang membutuhkan di Indonesia.

Semoga melalui even Indonesian Day yang merupakan hasil kerja sama University of Quensland dan Kementerian Pariwisata dan telah berhasil mengumpulakan dana yang akan didonasikan sebesar Rp. 50 juta lebih, akan menjadi inspirasi untuk ven-even serupa lainnya, dalam pembentukan kepedulian sosial Indonesia. (Pc)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...