Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Warga Papua minta Jokowi resmikan pasar terbesar di Papua Barat


SORONG – PapuacenterPembangunan pasar modern bagi mama-mama Papua di Kota Sorong telah selesai. Walikota Sorong Lambert Jitmau berharap bangunan yang bersumber dari anggaran APBN senilai Rp 10 miliar tersebut, bisa diresmikan oleh Presiden Jokowi.
“Saya akan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat untuk meminta beliau meresmikan pasar modern Kota Sorong,” kata Lambert Jitmau di Sorong, Selasa (7/6/2016).

Dia berujar bahwa pasar modern Kota Sorong tersebut adalah pasar termegah di seluruh Provinsi Papua Barat. Selain itu pasar tersebut akan menjadi salah satu ikon Kota Sorong.
“Pasar modern tersebut empat lantai dan akan menampung ribuan pedagang baik pedagang asli Papua maupun pedagang non Papua,” tuturnya.

Pasar modern itu, kata dia, sudah dapat ditempati oleh pedagang. Hanya saja akses jalan menuju pasar tersebut masih dalam prosese pembangunan.

Untuk memberikan akses bagi pasar modern ini, pemerintah menggusur bangunan pasar tradisional Boswesen. Hal tersebut untuk menjadi pasar modern Sorong menjadi pusat perekonomian.

“Para pedagang pasar tradisional Boswesen yang digusur tersebut akan diberikan los pada pasar modern Rufei gratis tidak dipungut biaya apapun,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Walikota mengucapkan terima kasih kepada para pedagang pasar tradisional Boswesen yang tak menolak ketika digusur pemerintah Kota Sorong. “Setelah pembangunan jalan menuju pasar modern Rufei tuntas maka pasar tersebut akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo,” ucapnya. [Merdeka.com]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...