Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Eksploitasi Papua Melalui Jepretan Mengundang Migrasi dan Masalah

Oleh: Moses Douw

Pada umumnya media facebook adalah media Bugil dan media umum yang bisa jangkau dari mana saja serta kapan saja. Yang dipergunakan oleh Masyarakat, Pejabat dan Militer.  Melihat situasi pada saat ini, media ini sangat menghancurkan tatanan hidup manusia pada khususnya Orang Papua. Itulah zaman modern yang harus kita sesuaikan di Papua. Selalu kita orang Papua selalu menjadi dampak dalam media facebook ini. Orang Papua selalu memaksakan diri untuk mengikuti arus modern ini tanpa analisa diri dan Situasi sosial politik di Papua secara umum Indonesia.

Hanya dengan Orang Papua terjerumus dengan Media ini, sehingga kini Orang Papua dimana saja Berada sangat terpantau dari media facebook ini bahkan terpantau dari Orang yang bermaksud jahat dengan Orang Papua. Hanya dengan Update Fhoto orang lain (orang yang bermaksud jahat), biasa melacak keberadaan Orang Papua. Apalagi kita selalu Update Fhoto dengan alamat lengkap. Seketika kita terjerumus dalam media ini, maka pasti akan ada nilai eksploitasi diri, kelompok, marga, suku, daerah dan sumberdaya alamnnya.

Ketika kita amati di daerah Papua yang kaya akan Alam dan sumber daya yang lainya. Dibandingkan dengan Masalah Politik Papua yang kini berjalan ini. Pasti menjadi sorotan Utama dalam Media Bugil ini. Ketikan kita ketahui persoalan SDA dan persoalan politik Papua yang berkembang ini, keduanya sangat bertolak belakang.Dalam artian bahwa, dengan adanya Alam Papua yang indah kita bersenang-senang dengan SDA diatas media ini. Tanpa kita perhatikan Masalah Politik Papua saat ini.

Oleh karena kita selalu bersenang-senang update dan Upload Fhoto-fhoto tentang SDA di Papua. Seperti kita Upload Fhoto, Pemandangan Alam, Pemandangan tempat Kermat, pemandangan gunung yang tinggi, pemandangan Lembah yang luas, dan secara umum Alam Papua.

Praktek seperti diatas ini adalah Eksploitasi diri atau eksploitasi Tanah Papua oleh kita sendiri. Kita tak bisa memandang bahwa yang melakukan eksploitasi secara besar-besaran di Papua adalah orang Luar, karena dengan Upload Fhoto pemandangan Tanah Keramat adalah mengundang masalah diatas masalah.  Siapa aktor eksploitasi di Papua? Tentunya bahwa kita sendiri dengan alasan yang saya paparkan diatas ini. Pada dasarnya kita sendiri adalah aktornya eksploitasi di Papua melalui media masa salah satunya Facebook.

Di media  Facebook ini, banyak sekali Group yang kita temukan, yang kinerjanya hanya eksploitasi alam dan pemandangan yang indah melalui gambar-gambar, fhoto-fhoto, dan lainya. Tanpa kita sadari bahwa media sosial ini adalah media umum yang bisa dipandang dari mana dan kapan saja. Penulis katakan bahwa, group facebook yang kinerjanya hanya upload fhoto adalah tempat kita belajar untuk Memotret sesuatu, atau objek untuk bersaing dengan fhotografer di daerah lain, namun tak tepat untuk Papua.

Maka dengan itu, saya sarankan  dengan rendah hati kepada seluruh seluruh orang Papua yang suka Eksploitsi alam Papua melalui Media Facebook adalah sebagai berikut:
  1. Orang Papua harus mengetahui tempat mana yang perlu memotret dan publikasi
  2. Orang Papua tidak boleh publikasi Tanah keramat di daerah Papua
  3. Orang Papua tidak boleh publikasi tempat dan Nilai Hidup dari Orang Papua
  4. Orang Papua harus bedakan potret mengundang masalah dan tidak mengundang masalah.
  5. Orang Papua boleh untuk memotret Kota, objek Makro, serta Perkantoran
  6. Orang Papua harusnya Memotret Pembunuhan yang sadis di Papua
  7. Orang Papua harus Memotret dan mempublikasi dan Ilegal logging dan semua Dampak buruk di Papua
  8. Orang Papua boleh Motret dan publikasi situasi yang kurang baik di Papua seperti: sampah dan lainya.
  9. Orang Papua harus motret dan publikasi Fasilitas dan Insfrastruktur yang tidak memungkinkan bagi Orang Papua
  10. Dan orang Papua harus publikasi masalah bukan SDA Papua

Pada akhirnya apa pekerjaan dan besar kecil pekerjaan kita adalah baik tetapi perlunya bedakan mana yang menguntungkan bagi Papua dan merungikan bagi Papua. Kalau kita naikan Fhoto tentang pemandangan Alam yang indah berarti itu sangat merugikan bagi Orang asli Papua.


Mengapa setiap potretan kita merugikan karena kita selalu publikasi baiknya dari Papua, pada hal masalah dan situasi di Papua sangat kita sayangkan ditengah eksploitasi alam dan tanah Papua yang sangat ramai ini. Oleh karena itu, bahwa “ Setiap kali kita Upload Fhoto pemandangan yang indah di Papua adalah mengundang imigrasi dari luar untuk kunjugi tempat tersebut. Sebab setiap kali migrasi datang selamanya menetap di Papua.” Seakan Papua tanah damai dan pemandangan sudah terjaga baik, namun hanya karena potretan kita di Papua semakin mengundang masalah di Papua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Sam Bekas

Tete 1 Nih de kena Kaskado sampe hampir Mati... Nene de kasihan sama Tete jadi Nene de jahit Tete baju lenggan Panjang baru Nene de tulis Nama di belakang Baju tuh " SAM BEKAS " Tiap hari Tete pake baju itu trus, jadi de pu cucu penasaran makanya de tanya sama de pu Tete... Cucu : Tete...kenapa tiap hari Tete pake baju yang ada tulisan " SAM BEKAS " ?? Memangx Sam Bekas tuh ada de pu arti kah..?? Sambil Senyum Manis Tete de jawab.. Tete : Cucu ko mo tau de pu arti kah..?? Cucu : Iyo Toh..!! Tete : SAM BEKAS tuh artinya.... " SAMPE MATI BERSAMA KASKADO " Haaaaeee...# Cucu badan Malas langsung...#