Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Sepna Hamil

Satu remaja ni dia pu nama SEPNA, dia lagi
mengadu sama dia pu mama, tentang dia pu
kehamilan..

Sepna : “Maaaaa… sa mo bilang sesuatu… tapi
mama jangan marah sa e??!”

Mama : “Yo’ kas tau sudah, ko mo bilang apa
kaaa?”

Kemudian Sepna peluk dia pu mama sambil dengan
nada pelan dan takut-takut, dia atur dia pu kata-
kata,

Sepna : “Ma, sepertinya, Sepna hamil ma..”

Mama : “Apaaaaa!!!… ko bilang apa?, ko stop bicara
sudah…”

Sepna : “Sepna minta maaf ma…. mama ko jang
marah kaaa?”

Dia pu mama diam sebentar, trus sambung lagi.
Mama : “Mungkin ko kecapean tu, ko pigi istirahat,
tidur sudah… “

Sepna : “Tapi akhir-akhir ini Sepna, mual-mual
terus maaa…???”

Mama : “Ahh… paling ko masuk angin kapa.. Ini
mama kasi uang ko pake beli minyak kayu putih , ko
gosok ko pu perut baru ko pi tidur sudah, besokx
pagi, pasti ko badan su enak…”

Sepna bukan tambah tenang, tapi dia malah
menangis..

Sepna : “Ghiii… hi.. hiiii.. hiii.. hiks…, Maaa… Sepna
tra masuk angin, sekarang ini Sepnax bawaannya mo
makan yang asam-asam terus, maaa…”

Mama : “Akkhhhh…. ko pu sariawan yang bikin ko
begitu… makannya, jadi orang tu jang terlalu
rakus.”

Sepna : “MAAAA…. Tolong kah, Ma, kali ini Sepna
tra tipu, mama kenapa tra pernah mo percaya
Sepna kaaaa?????”

Mama : “SEPNAAAAAAAAAATT… Ko STOP bicara
sudah! OTAK MATI… BANCI tu trada RAHIM, jadi ko
STOP menghayal!!!!!!!!!!,, Ko bicara satu kali lagi,
blanga-blanga ini pica di ko pu kepala…. Tidur sana
KASKADO nih….”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...