Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Indonesia Bergetar Akibat Oplosan Papua


Roni Lau, pria kelahiran Nabire, Papua 22 Juni 1986 pada awalnya iseng-iseng menyanyikan lagu berbahasa Jawa (campursari) dengan judul “Jago Selingkuh”. Lagu itu kemudian dia buat video dan diupload ke Youtube. Tak disangka dan tak diduga, video itu telah disaksikan belasan ribu penonton. Tak ayal lagi, Roni Lau jadi kebanjiran job manggung di beberapa acara stasiun televisi nasional :

Comedy Academy - Indosiar

Inbox - SCTV

Bukan Empat Mata - Trans 7


Menurut Roni sebagaimana diungkapkan kepada harian Pikiran Rakyat, ketertarikannya terhadap lagu campursari ketika mendengar lagu-lagu yang dibawakan Didi Kempot. Waktu itu Roni masih kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan banyak bergaul dengan orang-orang Jawa. Jika orang Jawa jago bahasa Papua dan orang Papua jago berbahasa Jawa, mungkin orang asing akan terkecoh melihatnya.

Nasehat para leluhur yang berbunyi, “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung”, sepertinya telah merasuk ke dalam hati sanubari Roni Lau. Harapan seluruh fans, semoga ke depan Roni Lau bisa membawakan lagu-lagu campursari bahasa Papua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...