Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Wapres: Papua Lebih Aman Dari Jakarta



Papua Center - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut provinsi Papua jauh lebih aman daripada wilayah lainnya di Indonesia. Di Papua, tidak ada geng motor yang meresahkan masyarakat seperti di kota-kota lain.

“Kata Gubernur (Gubernur Papua), orang bicara Papua tidak aman. Tapi kadang-kadang lebih mengerikan apa yang dilakukan geng motor di kota Jakarta di jalan,” kata JK saat memberikan sambutan dalam acara KNPI di Jayapura, Papua, Kamis (26/2/2015).

JK menilai kekhawatiran masyarakat lain yang menyebut Papua tak aman itu pun salah. Sebab, menurutnya, provinsi Papua justru memiliki potensi kekayaan alam yang indah, aman, dan jauh dari kata menyeramkan.

“Saya setuju apa yang selalu dipikirkan orang di Papua adalah sesuatu yang menyeramkan, ternyata Papua sama amannya, indahnya, potensinya,” jelas JK.


Kemandirian Pemuda

Pekan lalu di Jakarta, ketika menerima Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat KNPI Taufan EN Rotorasiko, Wapres Jusuf Kalla berpesan agar KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan di Indonesia harus mendorong kemandirian pemuda, terutama di bidang ekonomi, agar kiprah pemuda dalam segala bidang bisa lebih optimal dan independen.
“KNPI harus menjadi kawah candradimuka bagi pemuda untuk menjadi politisi, tapi juga menjadi pengusaha, akademisi dan professional,” pesan JK.
Wapres menyatakan sangat mendukung dan apresiasi keputusan DPP KNPI dibawah kepengurusan Taufan yang memilih Papua sebagai tempat dilaksanakannya kongres KNPI. Apalagi Wapres mendengar penjelasan bahwa kongres KNPI XIV di Bumi Cenderawasih itu juga untuk melengkapi Sumpah Pemuda tahun 1928 di Jakarta.  [*]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...