Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Polisi Buru Pelaku Penembakan di Lany Jaya


Polda Papua menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dalam melakukan aksi penembakan sering berpindah – pindah tempat di Kabupaten Lanny Jaya.

Karena itu, Kepolisian Daerah Papua masih memburu para pelaku penembakan yang dua anggota polisi, 28 Juli tahun lalu tersebut.

“Kelompok yang ada di Lanny Jaya. Mereka pindah-pindah lokasi, dari satu distrik satu ke distrik lainnya. Tapi masih di wilayah itu juga,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige, di Mapolda Papua, Sabtu (21/2/2015).

Menurutnya, berdasarkan pengakuan dua pelaku penembakan anggota polisi yang ditangkap, mereka mengaku bahwa pimpinan mereka sudah sering keluar masuk hutan ke kota. Hanya saja polisi tak tahu kapan waktunya mereka keluar dari markas mereka.

Patrige mengatakan, dalam rekonstruksi yang digelar beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa pelaku penembakan terhadap anggota Polri yang sedang berpatroli berjumlah 10 orang pelaku yang dipimpin langsung oleh Porum Wenda.

“Keterangan dari dua orang yang ditangkap, dan dilakukan rekonstruksi, sudah sangat jelas. Penembakan sudah direncanakan. Nama-nama rekan mereka yang ikut dalam aksi itu juga sudah mereka sebutkan. Diduga kuat, pelaku berjumlah 10 orang, semua menjadi TO (target operasi: red),” kata.

Ia juga mengatakan peragaan ulang penembakan yang digelar pada 10 Februari lalu, sedikit memberi gambaran bagaimana proses penembakan dan siapa yang terlibat dalam aksi penembakan itu.

“Selama ini beberapa pentolan mereka sudah diketahui wajahnya. Hanya saja para anggotanya belum. Polisi hanya tahu nama mereka, tapi belum punya gambaran wajahnya,” tuturnya. [SULUHPAPUA]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Ini Perusahaan Tiongkok yang Ingin Bangun Smelter Papua

Jakarta — Papua Center : Sebuah perusahaan Tiongkok disebut ingin membangun pabrik pengolahan dan pemurnian alias smelter tembaga di Papua. Nama perusahaan itu disebut Non-Ferrous China Company (NFC). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan Non-Ferrous China Company (NFC) adalah investor yang bakal digandeng pemerintah daerah Mimika, Papua, untuk membangun smelter tersebut. Tapi Sukhyar menegaskan, jika NFC ingin terlibat dalam proyek smelter, perusahaan Tiongkok itu harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Khusus. “Jadi kewenangannya ada di bawah kementerian ESDM. Yang pasti mereka bukan IUI (Izin Usaha Industri),” ujar Sukhyar di Jakarta, Senin (2/3/2015). Sukhyar menerangkan, proyek smelter tembaga di Papua akan memiliki kapasitas daya serap konsentrat 900 ribu ton per tahun.  Rencananya, pasokan konsentratnya sendiri berasal dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika. ...