Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

MASALAH URUTAN NAMA

Obet de tidur kaget begini Malaikat Maut datang Ksi Bangun dia...

Malaikat : Hai Pemuda...!!

Kini giliranmu tuk ikut bersamaku..Saya datang tuk menjemputmu...

Obet kaget skali trus bilang...

Obet : Aduhhh..Jang begitu kah...Sa belum siap Mati nih..!!

Malaikat : Tidak bisa...Karena Nama kamu berada pada urutan pertama dalam daftar kematian yang aku bawa ini...

Obet muka loyo skali,Tapi de bilang sama Malaikat..

Obet : Ok..klo begitu Tapi sebelumx Om Malaikat duduk dulu supaya sa Hidangkan Makanan dan Minuman,Supaya Om Makan dan minum dulu baru kitong dua pergi...

Obet de campur Obat tidur dalam Makanan dan Minuman yang de sajikan tuk Malaikat itu,setelah Malaikat itu Makan dan Minum Malaikat de tertidur Lelap skali...

Obet langsung Ambil de pu buku daftar Obet de lihat memang betul de pu Nama urutan paling pertama skali....

Obet de hapus de pu nama trus de ganti tulis de pu nama diurutan paling terakhir skali...

Begitu Malaikat bangun langsung Malaikat bilang....

Malaikat : Hai Pemuda yang Baik Hati.....Karena kamu telah menjamu aku dengan baik pada hari ini...!!

Maka Daftar urutannya saya akan mulai dari urutan paling Terakhir....

Haaaaeeee....# Sama Saja....#

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...