Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Papua Tak Akan Ada Kebenaran dan Keterbukaan Sementara Dalam NKRI

Fhoto:ilustrasi Keterbukaan
Papua merupakam wilayah yang paling timur dari asia dan paling barat dari Pasifik. Secara De-jure dan De-fakto Papua memerdekakan diri Pada tahun 1961 dengan mengibarkan bendera bintang kejora. Tetapi karena Indonesia melihat kekayaan alam yang dimuliki sehingga secara paksa di masukan kedalam pangkuan NKRI. Yang sebelumya Papua tidak termasuk dalam NKRI. Pada awal itulah, masyarakat papua memasuki dunia yang gelap, artinya bahwa Papua penuh Pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan, stigmasisasi, memortalisasi dan lainya. Sehingga Pulau Papua di rebut dengan cara pangkuan ke pangkuan (baca buku: Papua dari Pangkuan Ke Pangkuan, Penulis:Agus, A Alua)
 Sekian tahun Papua tak ada akhir penderitaan diatas tanah sucinya. Mengapa demikian? Kita kewalahan, tak tahu kebaikan apa yang dilakukan oleh Indonesia untuk Papua sementara dalam NKRI ini.
 Indonesia misteri besar bagi Papua. Juga, Papua tidak tahu sebenarnya apa kebaikan yang dilakukan oleh Indonesia, yang terjadi hanya menjadi misteri bagi Papua. Hal itu terlihat dengan penegakan hukum di negeri cendrawasih. Contoh Pembungkaman Pelanggaran HAM di Paniai, tanggal 8 desember 2014 lalu itu.

Indonesia saat ini mengklaim bahwa OPM adalah pengancam masyarakat dan rakyatnya, tetapi pernyataan ini berbeda dengan kenyataan yang ada di papua. Bahwa OPM adalah tentara nasional dari Papua barat untuk perubahan Papua.  (stigmasi dari Indonesia lewat media Internasional ikuti di: thejakartapost.

Papua tak ada kebenaran, bila Papua masih dalam negara Indonesia. Indonesia meminta kepada pemerintah Daerah untuk kebenaran dan keterbukaan dalam pelaksanaannya. Pernyataan ini sangat salah. Mengapa? Pada hal Indonesia sendiri yang mengatur sistem di Papua untuk mengintimidasi masyarakat serta pemerintahan daerah yang ada di Papua.
 Untuk menuntut kebenaran dan keterbukaan di Papua, Indonesia seharusnya membuka Ruang demokrasi bagi Jurnalis asing, salah satunya untuk terwujudnya kebenaran di Tanah Papua, yang saat ini tertutup pula. Hal ini, merupakan pembungkaman.
Beberapa hari yang di media The jakartapostmemposting tulisan bahwa wartawan asing, ingin lakukan apa di Papua? Membuka ruang untuk wartawan asing, seandanya macam terjadi pembunuhan massal di Papua atau kejahatan seperti Pembalakan liar atau penebangan secara liar? Hal ini sangat jelas bahwa, semua persoalan yang terjadi di Papua awal mulanya dari Indoensia yang tak bertanggung jawab ini.
Indonesia meminta keterbukaan dan dan kebenaran, tanpa memperhatikan apa yang dia perbuat untuk Papua. Maka, salah satu jalan yang harus di tempuh Indonesia adalah membuka ruang bagi wartawan asing, memberantas Penegakan hukum yang selalu di bungkam, merealisasi dana dengan jelas, berhentikan stigmasisasi dan penjajahan.
“Perlunya ketahui bahwa Manusia Papua bukan binatang piarahan yang terus di bunuh”

Maka, sudah saatnya Indonesia memikirkan untuk Dialog dengan Papua secara damai untuk memetik kemerdekaan bagi Papua. Karena sudah 53 tahun Papua tidak merasakah hidup yang berjiwa sosialis seperti yang sebelumnya sejak nenek moyang.

Sumber: www.timipotu.com 


Yogyakarta 29, Januari 2015
Moses Douw

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Khasiat Daun Sirih Hijau

Daun sirih yang dikenal ada 3 jenis, yaitu sirih merah, sirih hitam dan sirih hijau. Namun yang paling banyak dikenal dan digunakan dimasyarakat adalah daun sirih merah dan hijau, yang bisa dibedakan hanya dengan melihat warna daunnya. Daun sirih pada umumnya banyak ditemui ditanam dipekarangan orang yang hidup dipedesaan, dimana mereka masih banyak menggunakan obat dari bahan alami termasuk sirih serta untuk keperluan nyirih. Namun setelah khasiat sirih diketahui secara ilmiah, kini daun sirih sudah banyak dijadikan sebagai bahan untuk sabun kesehatan, obat kebersihan kewanitaan, minyak sirih dll. Khasiat daun sirih Hijau Sirih merah maupun sirih hijau sama-sama memiliki khasiat masing-masing. Dan khusus pada artikel ini, kita hanya akan membahas khasiat dari daun sirih hijau. Dan mengenai khasiat sirih merah, ada artikel tersendiri, baca disini. Menurut literatur, daun sirih hijau mengandung banyak senyawa yang berkhasiat bagi kesehatan. Beberapa kandungannya meliputi minyak esensial...