Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Kelihaian TNI Cenderawasih Tangkap OPM


Dalam masa OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang semakin menjadi-jadi dalam berulah, aparat keamananpun semakin profesional dalam melaksanakan tugasnya.
Kemarin, rabu 26 Januari Januari 2014, mungkin saja andapun sudah mendengar mengenai berita penangkapan 3 anggota OPM yang berhasil dibekuk oleh aparat gabungan TNI dan Polri.
Yang membuat menarik untuk kali ini, proses penangkapan dilakukan dengan cara yang cukup lihai. Bermodalkan keberanian dan keprofesionalan, seorang anggota TNI berpangkat Serma (Sersan Mayor) dengan inisial “S”, rela menjadi umpan demi keberhasilan tugas.
Menurut kesaksian Mayjen TNI Fransen (Pangdam XVII/Cenderawasih) sebagai pimpinan tertinggi TNI di Papua, keberhasilan penangkapan 3 anggota OPM ini merupakan kelanjutan dari penangkapan anggota OPM sebelumnya, yakni yang berhasil ditangkap di wilayah Paniai hari sabtu 24 Januari kemarin.
Dalam penyampaiannya, beliau mengatakan bahwa anggota OPM yang berhasil ditangkap sebelumnya di Paniai itu, memberikan banyak informasi yang membawa keberhasilan dalam penangkapan kali ini. Dengan bermodalkan informasi tersebut, maka disusunlah sekenario untuk proses penangkapan anggota OPM yang lainnya.
Dalam waktu singkat, skenariopun dibuat dan direncanakan secara matang. Secara sederhana, skenario penangkapan dimulai dengan adanya anggota TNI yang dijadikan umpan, dijadikan seolah sebagai mitra bagi OPM yang kini sedang membutuhkan asupan munisi senjata.
Singkat cerita, tidak lama setelah proses skenario tersebut dimulai, akhirnya tiga anggota OPM pun berhasil termakan umpan. Mulailah mereka membuat janji untuk melakukan transaksi, yakni pada hari rabu (26/1) kemarin di PTC Entrop Jayapura sekitar pukul 11 WIT.
Namun naas bagi ketiga anggota OPM tersebut, mereka begitu lugu masuk dalam perangkap skenario ini. Akhirnya, dengan cara yang cukup lihai inipun, TNI dan Polri menuai keberhasilan kembali. Ketiga anggota OPM tersebut berhasil ditangkap kurang lebih pada pukul 11.45 WIT.

Sebagaimana Pangdam yang memberikan apresiasi kepada keberhasilan Serma TNI inisial “S” tersebut, sebagai penulis sayapun memberikan apresiasi kepada keberhasilan TNI dan Polri, khususnya kepada pemberani anggota TNI yang menjadi umpan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...