Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Rumah Terakhir di Sebuah Pulau yang Tenggelam


Pulau Holland terletak di Chesapeake Bay di Selat Holland, antara Pulau Bloodsworth dan Pulau Smith, enam km sebelah barat dari Wenona, Maryland Amerika Serikat.
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Pulau ini pernah sekitar lima mil panjangnya dan satu setengah mil lebarnya, dan dihuni oleh watermen dan petani dalam komunitas nelayan yang berkembang.
Tapi selama puluhan tahun, air laut yang semakin naik dan tanah yang tenggelam seakan memakan pulau itu hingga yang tertinggal kini adalah sepetak tanah di laut. Rumah terakhir di Pulau Holland berdiri menantang sampai keruntuhannya pada Oktober 2010.
Pulau Holland awalnya dihuni di tahun 1600-an, namanya berasal dari pemilik tanah pertama disana yaitu Daniel Holland. Pada tahun 1850, masyarakat nelayan pertama dan para keluarga petani membuat pulau itu berkembang. Pada tahun 1910, pulau ini dihuni oleh sekitar 360 penduduk, menjadikannya salah satu pulau berpenghuni terbesar di Chesapeake Bay. Pada puncaknya, pulau ini memiliki 70 rumah, beberapa toko, kantor pos, sekolahan, gereja, dan sebuah pusat komunitas. Bahkan memiliki tim bisbol sendiri dan dokter. Hasil utama dari pulau itu adalah tiram, ikan dan kepiting.



Pada tahun 1920 erosi dari angin dan air pasang menyebabkan jatuh korban pada sisi pulau. Seperti pulau lainnya di Chesapeake Bay, Pulau Holland terutama terdiri dari tanah liat dan lumpur, bukan batu, sehingga rentan terhadap erosi. Penduduk pulau mencoba untuk mengimpor batu untuk membangun tembok di sepanjang pantai dan bahkan menenggelamkan beberapa kapal tua untuk memperlambat erosi, tapi kurangnya peralatan modern dan teknik, membuat usaha mereka gagal.


Google Map View (kiri) dan Satelit View (kanan) mendemonstrasikan erosi pada pulau

Sebagian besar penduduk Pulau Holland dipaksa untuk meninggalkan pulau, dan banyak lainnya membongkar rumah mereka dan struktur lainnya kemudian membawanya ke daratan utama. Pada bulan Agustus tahun 1918, badai tropis melanda Bay, hampir menghancurkan gereja dan memaksa keluarga terakhir yang masih disana untuk meninggalkan pulau tahun 1922. Semakin banyak rumah yang mulai menghilang di bawah air, sampai hanya tinggal satu rumah yang masih terlihat berdiri.


Rumah terakhir di Pulau Holland pada tanggal 18 Oktober 1953.

Pulau Holland yang ditinggalkan penduduknya, diabaikan sampai tahun 1995 ketika Stephen White, seorang pendeta Metodis dan mantan watermen yang besar di pulau itu, membeli satu-satunya rumahyang tersisa di pulau dengan harga $ 70.000 dan mencoba untuk melestarikan warisan pulau itu dengan menciptakan Yayasan Pelestarian Pulau Holland. Selama 15 tahun ke depan, Mr White menghabiskan hampir $ 150.000 dalam usahanya untuk menyelamatkan pulau dengan membangun garis pantai dengan kantong pasir, kayu, bahkan tongkang tua.


Segiempat berwarna orange di sebelah barat laut rumah adalah tongkang yang ditenggelamkan dengan tujuan melindungi rumah dari terpaan gelombang

Upaya berani Stephen White berakhir sia-sia. Pada pertengahan Oktober 2010, rumah terakhir di pulau itu akhirnya menyerah pada alam setelah satu-persatu bagiannya hancur dan kemudian runtuh menjadi puing. Selama beberapa bulan ke depan air mengambil puing-puing rumah tersebut, sepotong demi sepotong sampai satu tahun kemudian air laut yang naik hampir sepenuhnya menelan Pulau Holland.








Pulau Holland saat ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Sam Bekas

Tete 1 Nih de kena Kaskado sampe hampir Mati... Nene de kasihan sama Tete jadi Nene de jahit Tete baju lenggan Panjang baru Nene de tulis Nama di belakang Baju tuh " SAM BEKAS " Tiap hari Tete pake baju itu trus, jadi de pu cucu penasaran makanya de tanya sama de pu Tete... Cucu : Tete...kenapa tiap hari Tete pake baju yang ada tulisan " SAM BEKAS " ?? Memangx Sam Bekas tuh ada de pu arti kah..?? Sambil Senyum Manis Tete de jawab.. Tete : Cucu ko mo tau de pu arti kah..?? Cucu : Iyo Toh..!! Tete : SAM BEKAS tuh artinya.... " SAMPE MATI BERSAMA KASKADO " Haaaaeee...# Cucu badan Malas langsung...#