Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Hal yang Tak Pernah Ditampilkan Dalam Film Science Fiksi


Pernahkah anda bayangkan, anda bepergian ke ruang antar bintang, kemudian disana pesawat anda berpapasan dengan pesawat alien dari planet lain. Bagaimanakah posisi pesawat alien tersebut saat berpapasan dengan pesawat anda? haruskah orientasi atas bawah pesawat alien sama dengan orientasi pesawat anda?
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Dalam film film science fiksi seperti Star Trek, Battlestar of Galactica dll, ada hal yang mungkin tidak/belum terpikirkan oleh si pembuat film dan oleh kita. Pada seting ketika pesawat antariksa bumi dan pesawat antariksa planet lain saling bertemu, minimal ada satu kesamaan antara dua (atau lebih) pesawat antariksa tersebut.Yaitu pesawat antariksa tersebut selalu berhadapan dengan orientasi sama, atas bagi pesawat yang satu juga adalah atas bagi pesawat yang lain Bahkan dalam film Star Trek ketika pesawat Enterprise berhadapan dengan pesawat Romulan, selalu terlihat seperti gambar dibawah ini.

Pesawat antariksa alien (kiri) dan enterprise (kanan)

Benarkah harus begitu? Mengapa harus sama bagian bawah pesawat antariksa satu dengan yang lain?
Satu-satunya cara untuk menjelaskan mengapa pesawat antariksa dari tata surya yang berbeda selalu bertemu dengan orientasi atas bawah yang sama adalah adanya semacam postulat standar galaksi. TAPI sebenarnya ruang angkasa tidak memiliki arah atas dan bawah mutlak dan tiap pesawat antariksa tidak meluncur dengan sudut yang sama dari tempat (planet) dimana mereka diluncurkan.


Jadi seharusnya perjumpaan mereka pertama kali tidak harus berorientasi atas dan bawah sama, dan bahkan sebenarnya sulit bagi mereka untuk secara kebetulan bertemu dengan posisi saling berhadapan. Jadi salah satu dari pesawat antariksa tersebut harus mengadakan penyesuain posisi dengan pesawat yang lain.
Jadi yang seperti ini seharusnya juga terlihat dalam film Star-Trek


Tapi setidaknya ada satu pesawat bangsa alien yang tidak terpengaruh dengan fenomena ini

No one can up side down the Borg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Mob Papua : Nene vs Cucu

Nene dan cucu laki-laki duduk cerita-cerita : Cucu :  " Nene katanya laki dan perermpuan itu tdk boleh tidur sama-sama ka ? Nene : "  Iyo...to Bahaya skali Cucu  : " kenapa jadi ? Nene :" Karena dilarang agama kecuali dong 2 su nikah, nti kalu hamil bagaimana ? Cucu : " Oh..klu bapak dan mama tidak apa2...ee........klu begitu sya sekarang malas tidur lagi dengan nene. Nene : " Bah...knapa jdi ko sudah tdk mau tidur lagi dengan nene ? Cucu : " malas saja to....!!......nanti  nene ko hamil lagi........... hahahah...dilarang senyum2.../////????????.

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda atau Cenderawasih

“Melelahkan”, itu kata yang saya ucapkan ketika seorang teman kampus saya bertanya pendapat saya tentang konflik di Papua. Pertanyaan tersebut saya pikir wajar terucap melihat tersebarnya berita kembali beraksinya OPM, atau yang selalu dibahasakan sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” yang dianggap merongrong kedaulatan Indonesia di Papua, dan ketika ada wanita Papua berada di jantung wilayah Indonesia, yaitu di Pulau Jawa, maka pertanyaan-pertanyaan mungkin akan muncul. Apakah di hati saya “merah-putih” atau “bintang kejora”? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Apakah saya merayakan 17 Agustus atau 1 Desember? Apakah saya memilih Garuda atau Cenderawasih? Memang tidak ada pertanyaan eksplisit mengenai hal tersebut, tapi pertanyaan-pertanyaan “menjurus” untuk mengetahui apa pilihan saya dalam konflik di Papua pernah dilontarkan beberapa teman saya. “Kau beruntung tidak lahir di daerah konflik” kata saya dalam hati bila ada pertanyaan yang “menjurus” ters...