Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

10 Alasan Jangan Minum Air Kemasan


Selama ini kita mengira air minum dalam kemasan adalah air minum yang bebas dari bahaya. Perusahaan-perusahaan air minum mengampanyekan mereka merawat alam. Iklan-iklan air minum dalam kemasan juga cenderung berkoar-koar bahwa air minum dalam kemasan lebih baik dan membuat tubuh Anda segar. Tapi tahukah Anda, sesungguhnya air minum dalam kemasan juga berbahaya. Berikut 10 alasan untuk tidak mengonsumsi air minum dalam kemasan tersebut, seperti yang dikutip dari liputan6.com.

1. Menyebabkan kanker
Penelitian menunjukkan bahwa minum air mineral botolan dapat menyebabkan kanker. Plastik merupakan bahan yang paling sering digunakan sebagai kemasan. Produk makanan pun biasa menggunakan plastik untuk dikemas. Perbedaannya, makanan biasanya sudah diberi pengawet yang membuat mereka tahan lama. Namun bagaimana dengan air? Botol-botol tersebut telah melakukan perjalan begitu jauh sebelum mencapai toko. Meski dikemas dengan baik, air mulai menyerap bahan kimia berbahaya dari plastik yang dapat menyebabkan kanker.

2. Mendorong privatisasi
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana air dalam kemasan memengaruhi perekonomian bangsa? Dalam pasal 33 ayat 3 disebutkan bahwa “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.” Namun saat mata air dikuasai oleh sebuah perusahaan, hal demikian sama saja dengan menjual kepentingan rakyat pada satu perusahaan. Saat Anda membeli satu botol air kemasan, berarti Anda telah merugikan negara baik secara langsung maupun tak langsung.

3. Menjual sampah
Jangan pernah terpengaruh oleh iklan yang Anda lihat di tv yang menyatakan air dapat membuat Anda lebih segar atau lebih sehat. Kegunaan air semuanya sama yakni mencegah tubuh kekurangan cairan. Jangan buang-buang uang untuk sesuatu yang bisa Anda hasilkan sendiri. Paling tidak Anda masih bisa merebus air di rumah, bukan?

4. Menyebabkan kemandulan
Saat plastik bersentuhan dengan air secara terus-menerus, plastik akan melepaskan bahan kimia yang disebut Phthlate. Zat beracun ini akan mengendap di dalam tubuh Anda dan menyebabkan kanker serta kemandulan.

5. Standardisasi keamanan yang kurang
Sangat sedikit orang yang tahu bahwa industri air dalam kemasan adalah industri yang paling sedikit aturannya. Tak ada stAndar yang jelas yang ditetapkan untuk air dalam kemasan. Tak ada aturan khusus yang mengatur filtrasi, klarifikasi, kemasan, dan transportasi air dalam kemasan botol bening. Kini Anda bisa membayangkan bukan air apa yang Anda minum sebenarnya?

6. Melukai sisi kemanusiaan
Tahukan Anda, kebanyakan orang menghabiskan uang untuk membeli air minum? Padahal ada lebih dari 700 juta orang yang masih belum dapat mengakses air minum yang bersih sampai saat ini. Harusnya ini melukai sisi kemanusiaan Anda saat banyak orang mengeluarkan uang ekstra hanya untuk membeli air minum dalam kemasan.

7. Menjadi barang mewah
Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar 2 liter air per hari untuk tubuh mereka. Jika dikalkulasikan, berarti seseorang butuh lebih dari 700 liter air. Bayangkan jumlah uang yang mesti Anda keluarkan untuk membeli air minum dalam kemasan. Padahal Anda bisa menggunakan uang tersebut untuk keperluan lain yang lebih penting.

8. Penyumbang sampah plastik terbesar
Saat ini sampah plastik sangat cepat menumpuk mengingat plastik telah digunakan untuk berbagai hal. Padahal plastik sendiri termasuk jenis sampah yang tak bisa didaur ulang secara alami. Meski telah ada langkah-langkah untuk mendaur ulang, upaya tersebut dirasa masih kurang dibanding dengan kerusakan lingkungan yang timbul akibat penggunaan plastik. Nah, saat Anda mengonsumsi air minum dalam kemasan, berarti Anda telah menjadi penyumbang sampah plastik tersebut.

9. Membuang-buang minyak bumi
Mata air yang digunakan perusahaan biasanya letaknya sangat jauh dari industri pengolahan. Belum lagi pada saat mendistribusikan air-air dalam kemasan tersebut ke toko-toko di seluruh Indonesia. Dalam proses tersebut, perusahaan air minum dalam kemasan menggunakan minyak bumi yang notabene sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui. Belum lagi polusi yang ditimbulkan dari penggunaan minyak bumi tersebut. Pikirkan lagi saat Anda ingin membeli air minum dalam kemasan.

10. Meninggalkan jejak karbon dalam tubuh
Orang-orang mengira air minum dalam kemasan tidak berbahaya dan aman dikonsumsi. Mereka tidak tahu, air tersebut telah melalui perjalanan jauh sebelum mencapai lokasi tempat air dalam kemasan dijual. Selama dalam perjalanan tersebut, air dalam botol telah terkontaminasi karbon yang terdapat dalam plastik. Dalam jangka panjang, kelebihan karbon di dalam tubuh Anda sudah tentu sangat berbahaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

Jayapura Sediakan Kapal Wisata Bagi Para Wisawatan Lokal dan Mancanegara

Papuacenter – Untuk memperkenalkan keindahan ibu kota Provinsi Papua kepada para wisatawan lokal dan luar negeri, Dinas Perhubungan melakukan pengadaan fasilitas kapal yang diperuntukkan bagi wisatawan untuk melihat keindahan panorama ibu kota Provinsi Papua yakni Jayapura melalui jalur laut. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkrew, Rabu (11/1). Dia menjelaskan bahwa kapal itu merupakan hasil pengadaan Dinas Perhubungan zaman Wali Kota Benhur Tomi Mano (BTM), yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata. “Kapal tersebut bisa menampung 30-60 penumpang. Kapal ini diperuntukan untuk wisatawan domestik dan dari luar negeri,” Ucapnya. Sebagai kegiatan tur perdana, kapal ini digunakan oleh Muspida dan para ondoafi (tetua adat) untuk mengelilingi Teluk Youtefa, Teluk Humbold dan Teluk Hamadi. “Mereka akan gunakan kapal untuk mengecek rute-rute perjalanan kapal. Karena belum ada spot-spot persinggahannya,” Ujar Bernard. Selain itu, lanjut Bernard, Kapal i...

Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Pemilukada Tahun 2018

Pacenews.id. - Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH menghadiri acara penanda tanganan naskah perjanjian hibah daerah antara Gubernur Papua dengan KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi dan Polda Papua dalam rangka Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tahun 2018 di Aula Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, Rabu (27/09/2017). Dalam sambutannya Gubernur Papua mengatakan ini adalah tahapan penting pelaksanan Pilgub dan wagub 2017-2018 yang kita sudah mulai dan ini adalah agenda kenegaraan, agenda yang harus diselesaikan dalam rangka penyerahan hibah daerah kepada pelaksana pilkada, kepada KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi dan Polda Papua serta Kodam XVII Cenderawasih yang akan backup dalam pelaksanaan pilkada. “Saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yg tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan mendorong proses pembahasan anggaran di tingkat daerah dan pusat, tentu hal ini menunjukkan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pilkada sesuai amat pa...