Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

Mengkaji Dibalik Orator “Free West Papua” Benny Wenda



Dibalik situasi Papua yang semakin hari semakin kondusif dan mencapai berbagai kemajuan, tak dapat dipungkiri pergerakan aktivis-aktivis yang masih berpahamkan ingin memisahkan diri dari Indonesia, masih saja ada. Kali ini, sebut saja Benny Wenda. Ia merupakan salah seorang warga Papua, yang konon menurut isu kini ia sedang memperjuangkan kemerdekaan bumi asalnya, untuk segera merdeka dan mendapatkan kesejahteraan yang sebaik-baiknya.

Benarkah demikian ? Mungkin perlu sedikit pengkajian mengenai hal ini. Mengenai aksi-aksinya selama ini, benarkah apa-apa yang ia orasikan mengenai “Papua Merdeka” itu untuk saudara-saudaranya, ataukah justru ada sesuatu hal lain yang dibalik semua orasinya tersebut ?

Entahlah, sebagai salah seorang bagian dari pulau Indonesia yang bermotifkan burung ini, penulis ingin mencoba memberikan sumbangsih apa yang kini penulis pahami.

Di satu sisi, apabila benar Benny Wenda sang orasi “Papua Merdeka” di luar negeri sana benar-benar tulus terhadap apa yang diusahakannya selama ini, sebagai salah satu bagian yang sedang diperjuangkannya, penulis merasa senang dan bangga terhadap beliau.

Namun, apa yang terjadi bila pada kenyataannya tidak demikian ? Apa yang terjadi apabila ternyata ia tidak tulus dalam aksi-aksinya selama ini ? Lebih dari itu, apa yang terjadi apabila ternyata ia hanya menjadi pencuri keuntungan terselubung dibalik orasi yang disuarakannya ? Ah, betapa piciknya Benny Wenda selama ini, apabila ternyata memang demikian adanya. Betapa kejamnya ia, menari bahagia di atas penderitaan saudara-saudaranya selama ini.

Secara kasat mata dan secara bahasa leter-teks, dari bahasa yang ia lontarkan dalam aksi-aksinya, memang benar adanya bahwa ia seolah sedang menjadi penyuara kesejahteraan untuk bumi Papua. Ia menyuarakan “Papua Merdeka” seolah ia sedang memperjuangkan saudara-saudara dari bumi asalnya.

Namun, rasanya banyak hal yang terasa ganjil mengenainya, dibalik aksi-aksi dan sepak terjangnya selama ini. Misalnya, kini ia tinggal di negeri Inggris sana. Di sana, ia hidup makmur sejahtera, mengenakan pakaian bersih nan mewah, bertinggalkan dalam rumah yang nyaman nan megah.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang sepaham dan terhasut olehnya di Papua ini, bumi asalnya  sendiri?

Sebagai contoh, taruhlah gerakan Pro-M (Pro-Merdeka) yang bersenjata, yang kini mereka kebanyakan tinggal di gunung-gunung dan pedalaman. Apa yang mereka rasakan sebenarnya? Apakah mereka hidup nyaman, sejahtera dan makmur sebagaimana Benny Wenda ? Apakah mereka mengenakan pakaian bersih nan mewah sebagimana Benny Wenda ? Apakah mereka bertinggalkan di rumah nyaman nan megah sebagaimana Benny Wenda ? Apakah mereka makan makanan-makanan senikmat makanan Benny Wenda di Inggris sana ?

Entahlah, dari sedikit keganjilan tersebut saja, mungkin selayaknya kita berfikir secara jernih menganai apa-apa yang dilakukan Benny Wenda selama ini. Jangan-jangan, ia adalah aktor cerdas yang mengambil keuntungan dari situasi yang terjadi. Betapa tidak, bila memang benar apa yang dilakukannya selama ini tulus, mengapa ia masih bisa hidup nyaman dibalik kesusahan saudara-saudaranya selama ini ? Bila memang apa yang dilakukannya benar-benar tulus, mengapa ia kini masih saja menggunakan pakaian mewah, tinggal dalam kemegahan, hidup makmur dan sejahtera di balik saudara-saudaranya yang sepaham dengan dirinya, yang selama ini hidup dalam kesusahan, karena mengisolirkan diri di dalam gunung-gunung ?

Dengan demikian, silahkan saja pembaca simpulkan sendiri mengenainya. Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi penulis sepak terjang Benny Wenda memunculkan tanya besar. Bagi penulis, ia hanya tokoh cerdas yang menikmati keuntungan dibalik orasinya.


Bagi penulis, Papua hari ini semakin baik dan semakin maju. Bila masih ada kekurangan, hal tersebut merupakan hal yang wajar, karena membangun negeri yang besar ini bukanlah hal yang mudah. Perlu usaha yang keras dan ulet. Perlu mental baja yang kuat untuk menghadapi segala hambatannya. Untuk itu, kepada saudara-saudaraku warga Papua, begitupun kepada seluruh saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air Indonesia, mari kita sama-sama membangun Papua dan Indonesia ke arah yang jauh lebih bai. Mari kita berjuang bersama-sama secara cerdas, bukan dengan cara yang dilakukan oleh Benny Wenda yang hidup senang di luar negeri sana, sedangkan saudara sebangsanya berlelah diri di bumi asalnya. (Baim Wanggay)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Khasiat Daun Sirih Hijau

Daun sirih yang dikenal ada 3 jenis, yaitu sirih merah, sirih hitam dan sirih hijau. Namun yang paling banyak dikenal dan digunakan dimasyarakat adalah daun sirih merah dan hijau, yang bisa dibedakan hanya dengan melihat warna daunnya. Daun sirih pada umumnya banyak ditemui ditanam dipekarangan orang yang hidup dipedesaan, dimana mereka masih banyak menggunakan obat dari bahan alami termasuk sirih serta untuk keperluan nyirih. Namun setelah khasiat sirih diketahui secara ilmiah, kini daun sirih sudah banyak dijadikan sebagai bahan untuk sabun kesehatan, obat kebersihan kewanitaan, minyak sirih dll. Khasiat daun sirih Hijau Sirih merah maupun sirih hijau sama-sama memiliki khasiat masing-masing. Dan khusus pada artikel ini, kita hanya akan membahas khasiat dari daun sirih hijau. Dan mengenai khasiat sirih merah, ada artikel tersendiri, baca disini. Menurut literatur, daun sirih hijau mengandung banyak senyawa yang berkhasiat bagi kesehatan. Beberapa kandungannya meliputi minyak esensial...