Langsung ke konten utama

Pilkada 2018, Kapolres Mappi Kunjungi Panwaslu dan Harap Tercipta Sinergitas Yang Terbaik

OPM Tunjukan Jati Dirinya Sebagai Perusak Kedamaian di Tanah Papua


Tidak sengaja berselancar di internet mengenai berita Papua, penulis temukan berita berjudul “OPM Ancam Perang jika Polisi Tak Bebaskan Rambo” pada situs berita http://www.tempo.co/.

Berita tersebut, terkait keberhasilan aparat TNI Polri wilayah Lanny Jaya, yang berhasil menangkap 2 pentolan tangguh OPM (Organisasi Papua Merdeka) beserta 5 anak buahnya, yang selama ini melakukan banyak kekacauan dan tindakan kriminal di Papua, khususnya daerah Wamena.

Pada hari Minggu, 26 Oktober 2014, sekitar pukul 13.00 WIT, di Hotel Boulevard Jalan Patimura, Wamena-Kabupaten Jayawijaya, kepolisian berhasil menangkap Rambo Wenda (27 tahun) dan Derius Wonda alias Rambo Tolikara (34 tahun). Kedua orang tersebut merupakan pentolan tangguh, sehingga mereka mendapatkan julukan “Rambo”.
Terkait hal tersebut, ternyata segera disambut dengan reaksi kegeraman dari Puron Wenda, sebagai panglima atau pimpinan dua rambo yang berhasil ditangkap tersebut. Dalam situs berita tempo, tertulis pernyataan Puron Wenda yang mengatakan, “Kami minta polisi segera melepaskan rekan kami Rambo Wenda. Kami beri waktu dua hari, bila tidak, maka kami bersama seluruh rakyat Papua nyatakan perangdan akan menjadikan seluruh warga non-Papua yang ada di Papua sebagai target,”.

Dengan pernyataan yang disampaikan oleh salah satu pimpinan OPM tersebut, ia telah menunjukkan jati dirinya sebagai ancaman kedamaian yang ada di bumi Papua. Pernyataan tersebut, secara tanpa disadari olehnya, telah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Dia secara tidak langsung telah mengakui secara resmi bahwa pada hakikatnya dia dan kelompoknya(OPM), memanglah sebagai sebagai pengacau, sebagai ancaman kedamaian di Papua, sebagaimana terbukti dalam tindakan-tindakan kriminal yang selama ini mereka lakukan. Namun mirisnya, dalam pernyataan tersebut, ia mengatakan seolah dia menyampaikan sebagai perwakilan aspirasi seluruh warga pribumi Papua, sebagaimana yang dikatakannya “kami bersama seluruh rakyat Papua”. Padahal, pada kenyataanya, apa yang disampaikannya sangatlah jauh dari kenyataan, warga Papua justru merasakan resah dan gerah terhadap tindakan-tindakan mereka selama ini, yang bukan membangun Papua, malah menjadi pengacau kedamaian di papua.

Dengan demikian, sudah selayaknya kita hadapi mereka bersama secara cerdas. Apabila mereka masih bisa diajak secara baik-baik dan meluruskan pemahamannya, marilah kita ajak mereka untuk segera sadar dan kembali ke jalan yang benar. Bila tidak demikian, maka mari kita berusaha menangkal mereka dengan segera melaporkan kepada pihak berwajib bila ditemukan indikasi tentang keberadaan mereka.

Mari kita jaga kedamaian di tanah Papua. Say No To OPM. (Baim Wanggay)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Kebangsaan West Papua, Hai tanah ku Papua (lirik)

Oleh: Moses Douw Hai tanah ku Papua, Kau tanah lahirku, Ku kasih akan dikau sehingga ajalku. Kukasih pasir putih Dipantaimu senang Dimana Lautan biru Berkilat dalam terang. Kukasih gunung-gunung Besar mulialah Dan awan yang melayang Keliling puncaknja. Kukasih dikau tanah Yang dengan buahmu Membayar kerajinan Dan pekerjaanku. Kukasih bunyi ombak Yang pukul pantaimu Nyanyian yang selalu Senangkan hatiku. Kukasih hutan-hutan Selimut tanahku Kusuka mengembara Dibawah naungmu. Syukur bagimu, Tuhan, Kau berikan tanahku Beri aku rajin djuga Sampaikan maksudMu. watching here   source: http://phaul-heger.blogspot.com/2012/02/lagu-kebangsaan-hai-tanahku-papua.html

YANG DITINGGALKAN MANUSIA

Robi dan Kaleb dong dua sama-sama kelas 4 SD. Begini dong baru dapat pelajaran Bahasa Indonesia tenntang peribahasa. Waktu pulang sekolah, dong dua main tebak-tebakan pake peribahasa. Robi  : "Kaleb, ko tau kah tidak arti dari peribahasa ini ?" Kaleb : "Peribahasa apa...?" Robi : "Kalo gajah mati meninggalkan apa ?" Kaleb : "Gading too.." Robi : "Kalo Harimau mati, meninggalkan apa ?" Kaleb : "Pasti meninggalkan... belang," Robi : "Trus kalau manusia, mati meninggalkan apa?" Kaleb : "Pasti... meninggalkan nama too!" Robi : "Salah....!!" Kaleb : "Trus.. dia pu jawaban, apa?" Robi : "Kalo manusia mati... pasti meninggalkan dia pu bapa, mama, kakak, om, tante, bapade, mamade, bapatua, mama tu, nene, tete..."

Sam Bekas

Tete 1 Nih de kena Kaskado sampe hampir Mati... Nene de kasihan sama Tete jadi Nene de jahit Tete baju lenggan Panjang baru Nene de tulis Nama di belakang Baju tuh " SAM BEKAS " Tiap hari Tete pake baju itu trus, jadi de pu cucu penasaran makanya de tanya sama de pu Tete... Cucu : Tete...kenapa tiap hari Tete pake baju yang ada tulisan " SAM BEKAS " ?? Memangx Sam Bekas tuh ada de pu arti kah..?? Sambil Senyum Manis Tete de jawab.. Tete : Cucu ko mo tau de pu arti kah..?? Cucu : Iyo Toh..!! Tete : SAM BEKAS tuh artinya.... " SAMPE MATI BERSAMA KASKADO " Haaaaeee...# Cucu badan Malas langsung...#